MAGETAN – Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Magetan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur terus berinovasi dalam mendukung program pembinaan kemandirian dan ketahanan pangan. Pada Jumat (5/6), Rutan Magetan melaksanakan kegiatan pembuatan pupuk organik cair (POC) dan pupuk kompos yang bertempat di area brandgang Rutan Magetan dengan melibatkan petugas serta warga binaan.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Rutan Magetan, Ari Rahmanto, didampingi Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan, Galogo Sakti, bersama jajaran petugas dan warga binaan yang aktif berpartisipasi dalam proses pengolahan limbah organik. Bahan baku yang digunakan berasal dari limbah dedaunan dan sampah organik yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal.
Melalui metode fermentasi menggunakan EM4 dan molase, berbagai limbah organik tersebut diolah menjadi pupuk organik cair dan pupuk kompos yang memiliki manfaat bagi kesuburan tanaman. Selain mengurangi volume limbah yang dihasilkan, kegiatan ini juga menjadi langkah nyata dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat di dalam Rutan.
Pupuk yang dihasilkan nantinya akan dimanfaatkan untuk menunjang program ketahanan pangan yang telah berjalan di Rutan Magetan. Berbagai tanaman budidaya yang dikelola di area ketahanan pangan diharapkan dapat tumbuh lebih optimal dengan penggunaan pupuk organik hasil produksi sendiri. Tidak hanya untuk kebutuhan internal, hasil produksi pupuk juga direncanakan untuk dipasarkan melalui media sosial Bimbingan Kerja Rutan Magetan sebagai bentuk pengembangan program pembinaan kemandirian yang produktif.
Kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran bagi warga binaan untuk memperoleh keterampilan praktis dalam mengelola limbah menjadi produk yang bernilai guna. Melalui keterlibatan langsung dalam setiap tahapan proses produksi, warga binaan mendapatkan pengalaman yang dapat menjadi bekal positif saat kembali ke tengah masyarakat.

Kepala Rutan Magetan, Ari Rahmanto, menegaskan bahwa pengelolaan limbah organik menjadi pupuk merupakan bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekaligus upaya menciptakan nilai manfaat dari sesuatu yang sebelumnya tidak terpakai.
"Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa limbah yang sebelumnya dianggap tidak memiliki nilai guna ternyata dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat. Selain mendukung pelestarian lingkungan, pupuk yang dihasilkan juga dapat dimanfaatkan untuk mendukung program ketahanan pangan. Ini menjadi bentuk edukasi nyata bahwa pengelolaan limbah yang baik dapat memberikan manfaat ekonomi maupun lingkungan, " ujar Ari.
Salah seorang warga binaan berinisial S yang terlibat langsung dalam kegiatan tersebut mengaku senang mendapatkan kesempatan belajar mengolah limbah organik menjadi pupuk.
"Saya merasa senang karena mendapat pengetahuan dan keterampilan baru. Dari kegiatan ini saya belajar bahwa limbah yang biasanya dibuang ternyata bisa diolah menjadi pupuk yang bermanfaat untuk tanaman. Pengalaman ini sangat berharga dan dapat menjadi bekal bagi saya di kemudian hari, " ungkapnya.

Melalui kegiatan inovatif ini, Rutan Magetan terus berkomitmen menghadirkan program pembinaan yang produktif, berorientasi pada pemberdayaan warga binaan, serta mendukung pelestarian lingkungan dan program ketahanan pangan. Dengan memanfaatkan sumber daya yang ada secara optimal, Rutan Magetan berharap dapat menciptakan manfaat yang berkelanjutan bagi lingkungan maupun masyarakat. (Humas Rutan Magetan)

















































