Beasiswa Mentari LAZISMU Banyumas Buka Jalan Masa Depan Alumni SMK Muhammadiyah 3 Purwokerto

7 hours ago 6

PURWOKERTO SELATAN – Selembar ijazah yang diterima dengan penuh haru menjadi penanda terbukanya kembali jalan harapan bagi masa depan seorang anak bangsa. Melalui Program Beasiswa Mentari, LAZISMU Banyumas bersama SMK Muhammadiyah 3 Purwokerto berhasil membantu menyelesaikan tunggakan biaya pendidikan seorang alumni dari keluarga kurang mampu, sehingga haknya untuk memperoleh ijazah dapat terpenuhi, Rabu (03/06/2026).

Momentum penuh makna tersebut ditandai dengan penyerahan ijazah kepada Anan Asrofi, alumni Program Keahlian Teknik Komputer dan Informatika, Kompetensi Keahlian Teknik Komputer dan Jaringan Tahun Ajaran 2023/2024. Penyerahan dilakukan langsung oleh Kepala SMK Muhammadiyah 3 Purwokerto, Ust. Anwar Pansuri, S.Pd., disaksikan orang tua Anan, Agus Iriyanto, dan Jajaran SMK M3 Purwokerto, Jajaran LAZISMU Banyumas serta awak media.

Anan merupakan putra dari keluarga buruh harian lepas yang tinggal di Kelurahan Karangklesem, Kecamatan Purwokerto Selatan. Keterbatasan ekonomi membuat keluarganya belum mampu menyelesaikan kewajiban administrasi pendidikan yang tersisa sebesar Rp2.330.000. Tunggakan tersebut meliputi biaya daftar ulang, administrasi rapor, kalender pendidikan, hingga kegiatan perpisahan.

Melihat kondisi tersebut, berbagai pihak tergerak untuk membantu. SMK Muhammadiyah 3 Purwokerto memberikan keringanan biaya sebesar Rp500.000. LAZISMU Banyumas kemudian menyalurkan bantuan melalui Program Beasiswa Mentari sebesar Rp1.330.000 lebih. Sementara kekurangan yang tersisa berhasil dipenuhi keluarga melalui bantuan kerabat dan sahabat, sehingga seluruh kewajiban administrasi dapat dilunasi pada hari yang sama.

Plt. Direktur LAZISMU Banyumas, Ust. H. Amrullah Sucipto Aji, S.Sos., menegaskan bahwa Program Beasiswa Mentari merupakan bentuk nyata pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah untuk memastikan akses pendidikan tetap terbuka bagi masyarakat yang membutuhkan.

"Dana zakat, infak, dan sedekah yang dititipkan masyarakat kepada LAZISMU harus mampu menghadirkan manfaat yang nyata. Salah satunya dengan membantu anak-anak yang memiliki semangat belajar, tetapi terkendala kondisi ekonomi. Kami tidak ingin ada generasi muda yang kehilangan kesempatan meraih masa depan hanya karena hambatan biaya pendidikan, " tegasnya.

Ia berharap bantuan tersebut menjadi titik awal bagi Anan untuk melangkah lebih jauh dalam menata masa depan.

"Hari ini bukan sekadar penyerahan bantuan dan ijazah. Ini adalah ikhtiar bersama untuk membuka pintu harapan. Kami berharap Anan dapat memanfaatkan ijazah ini untuk melanjutkan pendidikan, memasuki dunia kerja, serta menjadi pribadi yang mandiri dan bermanfaat bagi keluarga maupun masyarakat, " lanjutnya.

Kepala SMK Muhammadiyah 3 Purwokerto, Ust. Anwar Pansuri, S.Pd., menyampaikan bahwa sekolah memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan setiap peserta didik memperoleh hak pendidikan secara utuh, sekaligus terus membangun sinergi dengan berbagai pihak dalam membantu siswa dari keluarga kurang mampu.

"Pendidikan adalah investasi masa depan. Karena itu, sekolah berupaya mencari solusi terbaik ketika terdapat peserta didik yang menghadapi kesulitan ekonomi. Alhamdulillah, melalui kolaborasi dengan LAZISMU Banyumas dan dukungan berbagai pihak, persoalan ini dapat diselesaikan dengan baik sehingga Anan dapat menerima ijazahnya, " ujarnya.

Menurutnya, peristiwa tersebut menjadi bukti bahwa kepedulian sosial mampu menghadirkan solusi nyata bagi dunia pendidikan.

"Kami berharap kisah ini menjadi inspirasi bahwa gotong royong, kepedulian, dan semangat saling membantu masih tumbuh kuat di tengah masyarakat. Ketika semua pihak bersinergi, tidak ada anak yang harus kehilangan harapan untuk meraih cita-citanya, " tambahnya.

Sementara itu, rasa syukur mendalam disampaikan Agus Iriyanto selaku orang tua Anan. Dengan penuh haru, ia mengaku tidak pernah membayangkan permasalahan yang dihadapi keluarganya akhirnya dapat terselesaikan.

"Alhamdulillah, kami sangat bersyukur kepada Allah SWT. Terima kasih kepada LAZISMU Banyumas, pihak sekolah, para guru, para donatur, serta semua pihak yang telah membantu keluarga kami. Bantuan ini sangat berarti dan menjadi jalan keluar dari kesulitan yang selama ini kami hadapi, " ungkapnya.

Ia juga berharap kebaikan yang diberikan para donatur dan para pihak yang terlibat mendapatkan balasan terbaik dari Allah SWT.

"Semoga seluruh kebaikan ini menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya. Kami hanya bisa mendoakan agar Allah SWT membalas dengan kesehatan, keberkahan rezeki, serta kemuliaan dunia dan akhirat bagi semua yang telah membantu, " tuturnya.

"Kisah Anan Asrofi menjadi cermin bahwa zakat, infak, dan sedekah bukan sekadar angka yang disalurkan, melainkan jembatan harapan yang mampu mengubah perjalanan hidup seseorang. Melalui sinergi lembaga pendidikan, lembaga filantropi, para donatur, dan masyarakat, masa depan generasi muda dapat terus dijaga agar tetap menyala dengan optimisme, ilmu pengetahuan, dan kesempatan yang setara." imbuh tutup Drajat yang memandu acara silaturrahmi.

(Djarmanto-YF2DOI)

Read Entire Article
Karya | Politics | | |