BLORA – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Blora kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan melalui kegiatan panen telur hasil budidaya peternakan yang dikelola di lingkungan rutan, Rabu (3/6/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Kasubsi Pelayanan Tahanan, Eko Prasetyo Hanggoro, bersama jajaran staf sebagai bagian dari upaya pembinaan kemandirian sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional.
Panen telur yang dilakukan secara berkala ini merupakan hasil dari budidaya ayam petelur yang dikembangkan di area Rutan Blora. Program tersebut tidak hanya bertujuan untuk menghasilkan bahan pangan yang bermanfaat, tetapi juga menjadi sarana pembinaan bagi warga binaan dalam meningkatkan keterampilan dan produktivitas selama menjalani masa pidana.

Kasubsi Pelayanan Tahanan, Eko Prasetyo Hanggoro, menjelaskan bahwa kegiatan budidaya ayam petelur terus dioptimalkan guna menghasilkan produksi yang berkelanjutan. Menurutnya, hasil panen yang diperoleh menjadi bukti bahwa program pembinaan berbasis kemandirian dapat berjalan selaras dengan upaya mendukung ketahanan pangan di lingkungan pemasyarakatan.
Selain memberikan manfaat dari sisi produksi pangan, kegiatan budidaya tersebut juga menjadi media pembelajaran bagi warga binaan untuk mengenal tata cara pemeliharaan ternak, manajemen pakan, hingga pengelolaan hasil produksi. Dengan demikian, warga binaan diharapkan memiliki bekal keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke tengah masyarakat.
Kepala Rutan Blora, Sugito, menyampaikan bahwa program budidaya ayam petelur merupakan salah satu bentuk implementasi 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam mendukung ketahanan pangan dan peningkatan kualitas pembinaan warga binaan. Menurutnya, pemasyarakatan tidak hanya berfokus pada aspek pengamanan, tetapi juga mendorong terciptanya kegiatan produktif yang memberikan manfaat nyata.

“Melalui program ketahanan pangan ini, kami berupaya mengoptimalkan potensi yang ada di lingkungan rutan agar dapat menghasilkan produk yang bermanfaat sekaligus menjadi sarana pembinaan bagi warga binaan. Kegiatan ini sejalan dengan arahan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam mewujudkan pemasyarakatan yang produktif, mandiri, dan berdampak positif bagi masyarakat, ” ujar Sugito.
Dengan adanya panen telur hasil budidaya tersebut, Rutan Blora berharap dapat terus berkontribusi dalam mendukung program ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kualitas pembinaan kemandirian warga binaan. Ke depan, berbagai program produktif akan terus dikembangkan sebagai wujud nyata pelaksanaan 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan di lingkungan Rutan Blora.

















































