Polda Jateng Siapkan Operasi Patuh Candi 2026, Fokus Humanis dan Tertib Berlalu Lintas

3 hours ago 3

SEMARANG - Polda Jawa Tengah menggalang kekuatan untuk mewujudkan arus lalu lintas yang aman, tertib, dan humanis melalui persiapan matang Operasi Patuh Candi 2026. Latihan Pra Operasi (Latpraops) yang diselenggarakan di Gedung Borobudur Mapolda Jateng pada Selasa, (2/6/2026), menjadi saksi kesiapan personel dalam mengemban misi mulia ini.

Acara pembukaan yang dipimpin langsung oleh Wakapolda Jateng, Brigjen Pol. Latief Usman, dihadiri oleh para pejabat utama dan personel yang akan diterjunkan di seluruh penjuru Jawa Tengah. Latpraops ini bukan sekadar formalitas, melainkan sebuah langkah strategis untuk menyamakan persepsi, mengasah kesiapan, dan memastikan setiap pelaksanaan operasi berjalan profesional, terukur, serta tepat sasaran.

"Melalui kegiatan ini, personel dibekali pemahaman mengenai pola bertindak, strategi pelaksanaan tugas, hingga pendekatan yang akan dikedepankan selama operasi berlangsung, " ujar Brigjen Pol. Latief Usman.

Ia menambahkan, mengingat Jawa Tengah sebagai episentrum mobilitas masyarakat dengan lebih dari 39 juta jiwa dan tingginya penggunaan kendaraan bermotor, menjaga keamanan dan keselamatan para pengguna jalan menjadi prioritas utama.

"Melalui Operasi Patuh Candi 2026, kita mengedepankan pendekatan preemtif, preventif dan represif secara humanis. Harapannya dapat membangun budaya tertib berlalu lintas di tengah masyarakat sehingga tercipta keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas yang lebih baik, " tegasnya.

Brigjen Pol. Latief Usman juga menekankan pentingnya profesionalisme dan sentuhan humanis dalam setiap interaksi.

"Laksanakan tugas secara profesional dan humanis, berikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dimanapun dan kapanpun. Setiap personel harus memahami rencana operasi dan menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab demi tercapainya tujuan operasi, " pesannya.

Sementara itu, Dirlantas Polda Jateng, Kombes Pol. Pratama Adhyasastra, memaparkan bahwa Operasi Patuh Candi 2026 akan berlangsung serentak selama 14 hari di seluruh wilayah hukum Polda Jawa Tengah. Fokus utamanya adalah menekan angka kecelakaan lalu lintas beserta fatalitasnya, sembari menciptakan Kamseltibcarlantas yang nyaman dan berkeselamatan.

Pelaksanaan operasi ini akan mengedepankan sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan, memadukan edukasi, persuasif, dan pendekatan humanis, yang didukung oleh penegakan hukum melalui sistem elektronik maupun konvensional.

"Operasi Patuh Candi 2026 tidak hanya berorientasi pada penindakan, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat agar semakin disiplin dan patuh terhadap aturan lalu lintas. Karena itu kegiatan preemtif, preventif dan edukatif tetap menjadi prioritas dalam pelaksanaannya, " jelas Kombes Pol. Pratama Adhyasastra.

Strategi pelaksanaan operasi akan dibagi proporsional: 20 persen pendekatan preemtif, 30 persen preventif, dan 50 persen represif atau penegakan hukum. Penindakan akan didominasi oleh Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) sebesar 60 persen, disusul tilang manual 30 persen untuk pelanggaran tertentu, dan 10 persen teguran simpatik serta edukatif.

Kombes Pol. Pratama Adhyasastra menyoroti perhatian khusus pada pelanggaran yang berpotensi mengganggu efektivitas ETLE.

"Salah satu perhatian kami saat ini adalah maraknya penggunaan penutup, pelipatan maupun modifikasi Tanda Nomor Kendaraan Bermotor yang bertujuan menghindari tangkapan kamera ETLE. Tindakan tersebut tidak hanya melanggar aturan yang berlaku, tetapi juga menunjukkan rendahnya kesadaran terhadap pentingnya tertib berlalu lintas dan kepatuhan hukum di jalan raya, " tegasnya.

Ia menegaskan kembali bahwa prinsip utama operasi ini adalah pendekatan humanis, dengan tujuan akhir membangun budaya tertib berlalu lintas dan meningkatkan keselamatan seluruh pengguna jalan.

Menanggapi inisiatif ini, Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol. Artanto, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk melihat Operasi Patuh Candi 2026 sebagai upaya kolektif demi keselamatan bersama.

"Keselamatan berlalu lintas bukan hanya tanggung jawab petugas, tetapi menjadi tanggung jawab seluruh pengguna jalan. Melalui Operasi Patuh Candi 2026, kami berharap tumbuh kesadaran bahwa mematuhi aturan lalu lintas merupakan bentuk kepedulian terhadap keselamatan diri sendiri, keluarga maupun pengguna jalan lainnya, " ujar Kombes Pol. Artanto.

Selain Operasi Patuh Candi 2026, Polda Jateng juga tengah mempersiapkan Operasi Pekat Candi 2026 untuk menjaga kondusivitas kamtibmas menjelang Hari Bhayangkara ke-80.

"Kami mengajak masyarakat untuk mendukung pelaksanaan kedua operasi tersebut dengan mematuhi aturan yang berlaku, menjaga ketertiban di lingkungan masing-masing, serta menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas. Dengan kolaborasi antara Polri dan masyarakat, kita berharap situasi kamtibmas dan Kamseltibcarlantas di Jawa Tengah tetap aman, tertib dan kondusif, " pungkas Kabid Humas. **

Read Entire Article
Karya | Politics | | |