Deteksi Dini Gangguan Kamtib, Rutan Balikpapan Gelar Razia Gabungan Bersama Kanwil Ditjenpas Kaltim dan APH

3 hours ago 3

Balikpapan – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Balikpapan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Timur kembali melaksanakan kegiatan deteksi dini gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib) melalui razia gabungan kamar hunian bersama Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Timur serta Aparat Penegak Hukum (APH) dari unsur TNI dan POLRI, Rabu (03/06/2026) malam.

Kegiatan yang dimulai pukul 19.30 WITA tersebut merupakan bagian dari upaya penguatan pengawasan dan implementasi program Zero Halinar (Handphone ilegal, Pungutan Liar, dan Narkoba) guna menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan kondusif.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Timur, Muhamad Irvan Muayat, yang mewakili Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Kalimantan Timur. Kegiatan juga diikuti oleh Kepala Rutan Balikpapan, Agus Salim, jajaran pejabat struktural, petugas pengamanan, staf, serta unsur TNI dan POLRI.

Sebelum pelaksanaan razia, Kepala Rutan Balikpapan, Agus Salim, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada jajaran Kantor Wilayah Ditjenpas Kalimantan Timur yang telah hadir memberikan penguatan dan monitoring pelaksanaan deteksi dini di Rutan Balikpapan. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada TNI dan POLRI yang senantiasa mendukung pelaksanaan tugas pemasyarakatan, khususnya dalam menjaga keamanan dan ketertiban.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Kantor Wilayah Ditjenpas Kalimantan Timur yang telah hadir memberikan penguatan kepada jajaran kami, serta kepada rekan-rekan TNI dan POLRI yang selama ini terus bersinergi dengan Rutan Balikpapan dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Sinergi ini menjadi modal penting dalam mewujudkan pemasyarakatan yang aman dan bebas dari berbagai bentuk pelanggaran, " ujar Agus Salim.

Dalam arahannya, Agus Salim menekankan kepada seluruh petugas agar pelaksanaan razia dilakukan secara humanis, profesional, dan tetap mengedepankan penghormatan terhadap hak-hak warga binaan.

"Pelaksanaan penggeledahan harus dilakukan secara humanis, sopan, dan profesional. Hindari tindakan yang arogan, namun tetap tegas dalam menjalankan tugas demi menjaga keamanan dan ketertiban di dalam rutan, " tegasnya.

Sementara itu, Muhamad Irvan Muayat menyampaikan bahwa kegiatan razia gabungan merupakan salah satu langkah strategis dalam memperkuat deteksi dini gangguan kamtib sebagaimana arahan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Menurutnya, sinergi antara jajaran pemasyarakatan dan aparat penegak hukum harus terus diperkuat untuk mencegah berbagai potensi gangguan keamanan sejak dini.

Dalam arahannya kepada seluruh petugas, Muhamad Irvan Muayat juga menegaskan pentingnya integritas dan profesionalisme dalam menjalankan tugas. Ia mengingatkan agar tidak ada petugas yang menjadi penghianat terhadap institusi dengan terlibat dalam upaya memasukkan barang-barang terlarang ke dalam Rutan maupun Lapas.

"Jangan pernah menjadi penghianat bagi organisasi dan institusi yang kita cintai ini. Tidak boleh ada petugas yang terlibat ataupun membantu masuknya barang-barang terlarang ke dalam Rutan maupun Lapas. Integritas adalah harga mati bagi setiap insan pemasyarakatan, " tegas Muhamad Irvan Muayat.

Usai apel pengarahan, tim gabungan langsung melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap kamar hunian dan barang-barang milik warga binaan. Pemeriksaan dilakukan secara teliti guna memastikan tidak adanya barang-barang terlarang yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban di lingkungan rutan.

Kegiatan razia berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. Melalui kegiatan ini, Rutan Balikpapan menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan pengawasan, memperkuat deteksi dini, serta mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari handphone ilegal, pungutan liar, narkoba, maupun praktik penipuan dan scamming.

#Pemasyarakatan #Kemenimipas #DitjenPAS #Guardandguide

Read Entire Article
Karya | Politics | | |