Tak Lagi Karangan Bunga, Hari Bhayangkara ke-80 di Polres Semarang Dihiasi Ratusan Bibit Pohon, Simbol Kepedulian Lingkungan

6 hours ago 2

UNGARAN - Pemandangan berbeda mewarnai peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Polres Semarang. Jika pada tahun-tahun sebelumnya halaman Mapolres dipenuhi karangan bunga ucapan selamat, kali ini deretan ratusan bibit tanaman buah dan tanaman hias justru menjadi pusat perhatian.

Bibit pohon yang berjajar rapi lengkap dengan ucapan Dirgahayu Bhayangkara ke-80 itu merupakan kiriman dari berbagai unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), instansi pemerintah, hingga masyarakat Kabupaten Semarang sebagai bentuk dukungan sekaligus ajakan menjaga kelestarian lingkungan.

Beragam jenis tanaman tampak menghiasi halaman Mapolres Semarang, mulai dari bibit durian, mangga, rambutan, alpukat, kelengkeng, hingga aneka tanaman hias yang diharapkan memberi manfaat jangka panjang bagi lingkungan.

Kapolres Semarang AKBP Ratna Quratul Ainy, S.I.K., M.Si. menyampaikan apresiasi atas inisiatif seluruh pihak yang memilih bibit tanaman sebagai ucapan Hari Bhayangkara, menggantikan tradisi pengiriman karangan bunga.

"Ini merupakan sesuatu yang berbeda dan sangat positif. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan bibit tanaman sebagai ucapan Hari Bhayangkara. Bibit-bibit ini bukan hanya menjadi simbol ucapan selamat, tetapi juga wujud nyata kepedulian terhadap lingkungan dan keberlangsungan ekosistem, " ujar AKBP Ratna, Rabu (1/7/2026).

Menurutnya, penanaman pohon merupakan investasi jangka panjang yang manfaatnya akan dirasakan masyarakat dalam waktu yang lama. Selain menghasilkan buah, pohon juga berperan penting menjaga kualitas lingkungan, menyerap karbon, mencegah erosi, serta menjadi habitat berbagai jenis satwa.

"Pohon yang ditanam hari ini akan memberikan manfaat bagi generasi mendatang. Karena itu, kami berharap semangat menjaga lingkungan dapat terus tumbuh bersama semangat pengabdian Polri kepada masyarakat, " tambahnya.

Suasana Hari Bhayangkara ke-80 di Polres Semarang semakin hangat setelah pelaksanaan upacara selesai. Halaman Mapolres berubah menjadi ruang kebersamaan dengan hadirnya berbagai sajian kuliner rakyat yang dapat dinikmati personel, tamu undangan, dan masyarakat.

Sejumlah gerobak makanan berjejer menyajikan aneka hidangan, mulai dari bakso, mie ayam, gendar pecel, hingga getuk ketela, menciptakan suasana akrab yang mempererat silaturahmi antara Polri, pemerintah daerah, TNI, dan masyarakat.

Konsep sederhana tersebut mendapat sambutan positif dari para tamu undangan. Selain menjadi bentuk rasa syukur atas perjalanan 80 tahun pengabdian Polri, kegiatan itu juga memperlihatkan wajah Polri yang semakin dekat dengan masyarakat.

Mengusung tema "80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat", Polres Semarang ingin menunjukkan bahwa pengabdian tidak hanya diwujudkan melalui tugas menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga melalui aksi nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan secara berkelanjutan.

Momentum Hari Bhayangkara tahun ini pun menjadi simbol bahwa kepedulian terhadap alam dapat berjalan beriringan dengan komitmen Polri dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.**

(Agung)

Read Entire Article
Karya | Politics | | |