Sukahaji. Dalam upaya mencetak pembina pramuka yang kompeten, kreatif dan berkarakter Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Majalengka melalui Pusdiklatcab menyelenggarakan Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Lanjutan (KML) Golongan Siaga. Kegiatan ini berlangsung selama tujuh hari mulai Senin 29 Juni 2026 hingga Sabtu 05 Juli 2026, bertempat di SD Negeri Tanjungsari I Kecamatan Sukahaji.

KML ini diikuti oleh 45 peserta yang terdiri dari 15 pembina putra dan 30 pembina putri. Pelatihan intensif ini dirancang untuk membekali para calon pembina dengan pengetahuan mendalam mengenai Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan agar mampu mengelola kegiatan yang aktif, edukatif, dan menyenangkan bagi peserta didik golongan Siaga.

Ketua Panitia, Oman Sukarma, S.Pd., dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud komitmen dalam standarisasi pembinaan di tingkat Gugus Depan. “KML ini diharapkan menjadi wadah bagi pembina untuk menyempurnakan metode pembinaan agar lebih relevan dengan karakteristik anak usia Siaga, ” ujarnya.

Camat Sukahaji, Supartyningsih, S.IP., M.A.P., yang juga menjabat sebagai Ketua Kwartir Ranting (Kwaran) Sukahaji, dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi atas terpilihnya Kecamatan Sukahaji sebagai tuan rumah. Ia menekankan bahwa peran pembina adalah garda terdepan dalam membentuk karakter generasi muda.
“Kami berharap para peserta dapat mengimplementasikan ilmu yang didapat di pangkalan masing-masing, sehingga Gerakan Pramuka di wilayah Sukahaji dan Majalengka pada umumnya semakin progresif, ” tegasnya.
Sementara itu, Syarif Muhoyidin, S.Ag., M.M., selaku Kepala Pusat Pendidikan dan Latihan (Kapusdik) Kwarcab Majalengka yang mewakili pimpinan Kwarcab, secara resmi membuka kegiatan. Ia menegaskan bahwa seorang pembina harus memiliki orientasi pada kebutuhan peserta didik.

“Pembina bukan sekadar pemberi instruksi, melainkan fasilitator yang mampu menghidupkan suasana melalui metode yang kreatif dan menyenangkan, ” ungkap Syarif dalam arahannya.
Dalam sesi pendalaman materi, Wakil Ketua Bidang Pembinaan Anggota Dewasa (WAKABINAWASA), Anto Irianto, M.Pd., memberikan pemaparan mengenai pentingnya manajemen kegiatan dan administrasi Gugus Depan. Anto menyoroti perlunya sinkronisasi antara keterampilan teknis kepramukaan dengan sikap dasar seorang pembina yang bertanggung jawab. Ia mengarahkan agar seluruh peserta tidak hanya fokus pada teori, tetapi juga mampu melakukan inovasi dalam setiap rencana latihan yang disusun.

Selama tujuh hari, peserta menempuh kurikulum komprehensif mulai dari orientasi, pendalaman nilai-nilai kepramukaan, teknik kepramukaan, hingga simulasi praktik mengajar (microteaching).
Output yang diharapkan dari kursus ini adalah lahirnya para Pembina Pramuka Siaga yang memiliki kompetensi standar, serta siap menjalankan fungsi pembinaan dengan berpedoman pada Prinsip Dasar dan Metode Kepramukaan, guna mendukung terciptanya kualitas pendidikan karakter yang optimal di Kabupaten Majalengka.
(Sumber inpormasi Humas Kwarcab Mjl/AW/**).

















































