PUNCAK - Komitmen TNI membantu masyarakat di wilayah pedalaman Papua kembali diwujudkan melalui aksi kemanusiaan. Prajurit Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 621/Manuntung (Yonif 621/Mtg) yang tergabung dalam Koops HABEMA menggelar pengobatan gratis bagi warga Kampung Womburu, Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, Selasa (4/8/2026).
Kegiatan yang dipimpin langsung Komandan Pos (Danpos) Letda Inf Wahyudi bersama tim medis pos itu menyasar masyarakat dari berbagai kalangan, mulai dari balita, anak-anak hingga orang dewasa. Pemeriksaan kesehatan, pemberian obat-obatan, konsultasi medis, hingga pemulihan gizi diberikan kepada warga yang membutuhkan sebagai upaya membantu masyarakat di daerah dengan akses kesehatan yang masih terbatas.
Aksi sosial tersebut menjadi bagian dari misi kemanusiaan Satgas Koops HABEMA yang tidak hanya bertugas menjaga stabilitas keamanan di wilayah penugasan, tetapi juga hadir memberikan solusi atas kebutuhan dasar masyarakat. Kehadiran prajurit disambut antusias warga yang memanfaatkan kesempatan untuk memeriksakan kondisi kesehatan mereka.
Danpos Satgas Yonif 621/Mtg, Letda Inf Wahyudi, menegaskan bahwa kepedulian terhadap masyarakat merupakan bagian penting dari tugas prajurit di Papua.
"Kehadiran kami tidak hanya menjaga keamanan wilayah, tetapi juga membantu masyarakat yang membutuhkan. Melalui kegiatan pengobatan gratis ini, kami berharap kesehatan warga semakin baik dan hubungan kekeluargaan antara TNI dengan masyarakat semakin erat, " ujar Letda Inf Wahyudi.
Suasana hangat tampak sepanjang kegiatan berlangsung. Prajurit dan warga berinteraksi akrab saat proses pemeriksaan kesehatan berlangsung. Bagi masyarakat Kampung Womburu, kegiatan ini menjadi bantuan yang sangat berarti di tengah keterbatasan akses menuju fasilitas kesehatan.
Melalui kegiatan kemanusiaan yang dilakukan secara berkelanjutan, Koops HABEMA bersama Satgas Yonif 621/Mtg berharap mampu meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat sekaligus memperkuat kepercayaan, kebersamaan, dan kemanunggalan TNI dengan rakyat di pedalaman Papua Tengah.
(PERS)


















































