BLORA - Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Blora terus berkomitmen meningkatkan pembinaan kepribadian bagi warga binaan melalui penguatan budaya literasi. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menjalin kerja sama dengan Perpustakaan Kabupaten Blora melalui kegiatan peminjaman buku bacaan guna mendukung program Gemar Membaca bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Senin (10/08/2026).
Sebanyak 100 buku bacaan dipinjam dari Perpustakaan Kabupaten Blora yang terdiri atas 15 buku sejarah, 25 buku nonfiksi, 30 buku hobi, dan 30 buku ensiklopedi. Beragam koleksi tersebut diharapkan dapat memberikan wawasan baru, meningkatkan pengetahuan, sekaligus menjadi sarana pembelajaran yang positif bagi para warga binaan selama menjalani masa pembinaan.
Kegiatan peminjaman buku dilaksanakan oleh Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan, Eko Prasetyo Hanggoro, bersama jajaran staf. Menurut Eko, penyediaan bahan bacaan merupakan salah satu bentuk pembinaan yang bertujuan menumbuhkan minat baca sekaligus membangun pola pikir yang lebih baik bagi warga binaan.
"Melalui program Gemar Membaca ini, kami berharap warga binaan dapat memanfaatkan waktu dengan kegiatan yang bermanfaat. Buku menjadi jendela pengetahuan yang dapat menambah wawasan, membangun karakter, serta menjadi bekal positif ketika mereka kembali ke tengah masyarakat, " ujar Eko Prasetyo Hanggoro.
Sementara itu, Kepala Rutan Blora, Sugito, menyampaikan apresiasi kepada Perpustakaan Kabupaten Blora atas dukungan yang diberikan dalam memenuhi kebutuhan literasi warga binaan. Menurutnya, pembinaan tidak hanya berfokus pada aspek kedisiplinan, tetapi juga pengembangan intelektual melalui penyediaan akses terhadap bahan bacaan yang berkualitas.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Perpustakaan Kabupaten Blora atas sinergi yang telah terjalin. Kehadiran berbagai koleksi buku ini menjadi bagian penting dalam mendukung program pembinaan di Rutan Blora. Harapannya, budaya membaca dapat terus tumbuh sehingga warga binaan memperoleh ilmu, wawasan, dan motivasi untuk menjadi pribadi yang lebih baik setelah selesai menjalani masa pidana, " ungkap Sugito.
Melalui kegiatan ini, Rutan Blora berharap budaya literasi di lingkungan warga binaan terus berkembang sehingga mampu menciptakan suasana pembinaan yang produktif, edukatif, dan mendukung proses reintegrasi sosial menuju kehidupan yang lebih baik.


















































