Refleksi 81vKemerdekaan : 27 Tahun H.Chairudin Hasan Menyalakan Asa Ekonomi Akar Rumput

5 hours ago 7

Jakarta - Halaman Pasar Deprok di Cipinang Muara, Jakarta Timur, tampak semarak dengan kibaran bendera Merah Putih. Selama 27 tahun, tempat ini bukan sekadar titik transaksi jual beli, melainkan denyut nadi ekonomi bagi ribuan warga akar rumput.

Di balik denyut kehidupan pasar tradisional ini, ada kisah kepedulian seorang tokoh bernama H. Chairudin Hasan, S.H. Di usianya yang senja, pria berusia 81 tahun ini masih memancarkan semangat besar. Ia bersyukur bisa terus menyediakan ruang hidup bagi para pedagang kecil.

Kisah Pasar Deprok bermula pada masa krisis moneter tahun 1998. Melihat banyak warga kehilangan pekerjaan akibat pemutusan hubungan kerja (PHK), H. Chairudin tergerak. Ia melihat warga berjualan dengan menggelar lapak seadanya di atas tanah kosong miliknya

Dengan modal dan dana seadanya, ia menata lahan seluas sekitar 3.000 meter persegi itu. Tujuannya sederhana: menyelamatkan asap dapur tetangga agar tetap ngebul. Dari tanah kosong, tempat itu bertransformasi menjadi pasar tradisional yang tertata.

Bagi H. Chairudin, rezeki bukan sekadar angka di atas kertas. Setiap tahun, ia memberangkatkan umroh dua orang yang terdiri dari pedagang pasar dan petugas kebersihan (office boy).

"Alhamdulillah, dari rezeki yang didapat, bisa berangkat umroh, " ujarnya saat ditemui di Pasar Deprok, Jumat (14/8/2026).

Momen peringatan kemerdekaan Republik Indonesia dimaknai H. Chairudin sebagai anugerah besar. Ia mengajak masyarakat untuk terus mengisi kemerdekaan dengan tindakan nyata, seperti merawat dan memberdayakan UMKM di lingkungan sekitar.

Ia juga mengingatkan pentingnya mendoakan para pendahulu bangsa yang telah merebut kemerdekaan. Di tengah dinamika zaman modern saat ini, ia berpesan agar nilai tulus dan jujur terus dijaga. Dengan begitu, generasi penerus tidak melupakan sejarah dan terus merawat kemajuan bangsa Indonesia.

Read Entire Article
Karya | Politics | | |