Nusakambangan – Setiap pertemuan akan menemukan perpisahan, tetapi pengabdian selalu menemukan jalan untuk berlanjut. Suasana penuh kehangatan menyelimuti kegiatan pelepasan Muhtadin Firdaus, salah satu pegawai Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Nusakambangan yang akan melanjutkan tugas dan pengabdiannya di Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.
Kegiatan pelepasan tersebut dihadiri oleh jajaran pegawai Bapas Kelas II Nusakambangan. Tidak sekadar menjadi seremoni perpisahan, kegiatan berlangsung sebagai bentuk apresiasi sekaligus ungkapan rasa terima kasih atas dedikasi dan kebersamaan yang telah terjalin selama menjalankan tugas di Bapas Nusakambangan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan doa bersama yang dipandu oleh Mukson. Doa tersebut menjadi pembuka sekaligus harapan agar langkah baru yang akan dijalani Muhtadin Firdaus senantiasa diberikan kelancaran, kemudahan, serta keberhasilan dalam menjalankan tugas di tempat yang baru.
Suasana kemudian dilanjutkan dengan penyampaian pesan dan kesan dari perwakilan pegawai yang disampaikan oleh Halilintar Widadi. Dalam kesempatan tersebut, disampaikan apresiasi atas kebersamaan, kontribusi, serta berbagai pengalaman yang telah dibagikan selama menjadi bagian dari keluarga besar Bapas Nusakambangan.
Selanjutnya, Kasubsi Bimbingan Klien Dewasa (BKD), Agung Kartika, menyampaikan sambutan mewakili jajaran pimpinan Bapas Nusakambangan. Ia menyampaikan penghargaan atas pengabdian Muhtadin sekaligus menitipkan pesan agar pengalaman yang diperoleh selama bertugas di Bapas Nusakambangan dapat menjadi bekal dalam menjalankan amanah di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.
“Mutasi bukanlah akhir dari sebuah perjalanan, tetapi bagian dari proses pengabdian dan kesempatan untuk memberikan kontribusi di tempat yang baru. Kami berharap Muhtadin dapat terus membawa semangat, integritas, dan pengalaman yang telah dibangun selama bersama Bapas Nusakambangan, ” ujar Agung Kartika.

Momen kebersamaan berlanjut dengan penyampaian beberapa patah kata dari Muhtadin Firdaus. Dengan penuh rasa syukur, ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran Bapas Nusakambangan atas dukungan, kebersamaan, serta pengalaman yang telah menjadi bagian penting dalam perjalanan tugasnya.
Sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kebersamaan selama menjadi bagian dari keluarga besar Bapas Nusakambangan, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan cinderamata kepada Muhtadin Firdaus. Cinderamata tersebut diserahkan oleh Kepala Urusan Tata Usaha (Kaur TU) Bapas Kelas II Nusakambangan, Eko Purwanto. Penyerahan tersebut menjadi simbol penghargaan sekaligus kenang-kenangan atas perjalanan dan kontribusi Muhtadin selama bertugas di Bapas Nusakambangan.

Rasa kekeluargaan juga semakin terasa melalui penyampaian testimoni dari Salmaa Sekar Amani, rekan satu angkatan Muhtadin. Kenangan selama menjalani perjalanan bersama menjadi bagian dari cerita yang akan tetap dikenang meskipun langkah pengabdian kini membawa Muhtadin menuju tempat tugas yang baru.
Bagi keluarga besar Bapas Nusakambangan, pelepasan tersebut bukan sekadar mengantar seorang rekan menuju tempat tugas baru. Ada doa, apresiasi, dan harapan yang turut dilepaskan bersama langkah Muhtadin Firdaus. Semangat kebersamaan yang telah terbangun diharapkan tetap terjaga meskipun ruang pengabdian kini berbeda.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan foto bersama dan ramah tamah. Suasana berlangsung hangat dan penuh keakraban, menjadi penutup manis bagi sebuah perpisahan yang sekaligus menjadi awal dari perjalanan pengabdian yang baru.
Selamat melanjutkan pengabdian, Muhtadin Firdaus. Tempat boleh berganti, tetapi semangat untuk mengabdi dan memberikan yang terbaik akan selalu menjadi bagian dari perjalanan.


















































