Perkuat Kompetensi Lulusan, Kesehatan Lingkungan FKM Unhas Tinjau Kurikulum S1 dan S2

1 day ago 3

MAKASSAR – Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin (Unhas) terus berupaya meningkatkan kualitas lulusan melalui penyempurnaan kurikulum.

Salah satu langkah yang dilakukan yakni menggelar Workshop Pemetaan Bahan Kajian Peminatan S1 dan Program Studi S2 Kesehatan Lingkungan pada 3–4 Agustus 2026 di Ruang Prof. Dr. Nur Nasry Noor, MPH, Lantai 2 FKM Unhas.

Kegiatan yang melibatkan pimpinan fakultas, dosen, alumni, mahasiswa, serta tim pengembang kurikulum ini bertujuan menyelaraskan bahan kajian pada jenjang sarjana dan magister agar menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan dunia kerja sekaligus mampu menjawab tantangan kesehatan lingkungan yang terus berkembang.

Workshop diawali dengan pembacaan doa oleh Dr. Owildan Wisudawan B., S.KM., M.Kes., kemudian dilanjutkan laporan Ketua Panitia, Basir, S.KM., M.Sc.

Dalam laporannya, Basir menjelaskan bahwa peninjauan bahan kajian dilakukan untuk memastikan kurikulum tetap relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, kebijakan nasional, serta kebutuhan pengguna lulusan.

"Tujuan kegiatan ini adalah melihat kembali bahan kajian peminatan S1 dan Program Studi S2 Kesehatan Lingkungan agar tetap relevan dengan perkembangan ilmu, kebijakan nasional, dan kebutuhan dunia kerja, " ujarnya.

Menurutnya, pemetaan bahan kajian juga menjadi langkah penting untuk menghindari tumpang tindih materi antara program sarjana dan magister. Dengan demikian, setiap jenjang memiliki ruang lingkup, kedalaman materi, serta capaian kompetensi yang berbeda sesuai profil lulusan yang diharapkan.

Pelaksana Tugas Ketua Program Studi S2 Kesehatan Lingkungan, Dr. Wahiduddin, S.KM., M.Kes., mengatakan pemetaan bahan kajian dan penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) merupakan dokumen akademik yang sangat strategis dalam menentukan arah pembelajaran.

Karena itu, menurutnya, penyempurnaan kurikulum harus melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk dunia industri, pemerintah, dan organisasi profesi agar lulusan memiliki kompetensi yang adaptif terhadap kebutuhan lapangan.

"Sinergi antara dunia akademik dan sektor praktis adalah kunci untuk mencetak lulusan yang adaptif dan siap kerja, " katanya.

Sementara itu, Ketua Departemen Kesehatan Lingkungan FKM Unhas, Dr. Erniwati Ibrahim, S.KM., M.Kes., menjelaskan bahwa workshop penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap menjelang dimulainya perkuliahan.

Khusus tahun ini, kata dia, kegiatan diperkuat dengan pemetaan bahan kajian sebagai bagian dari upaya memastikan kurikulum selalu mutakhir, terintegrasi dengan capaian pembelajaran lulusan, serta sejalan dengan sistem penjaminan mutu internal Universitas Hasanuddin.

Workshop secara resmi dibuka oleh Dekan FKM Unhas, Ansariadi, S.KM., M.Sc.PH., Ph.D. Ia menegaskan pentingnya evaluasi kurikulum secara berkala agar pendidikan tinggi mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, kebutuhan masyarakat, serta dinamika persoalan kesehatan lingkungan.

Selama workshop, peserta membahas pemetaan bahan kajian untuk Program S1 Peminatan Kesehatan Lingkungan dan Program Studi S2 Kesehatan Lingkungan.

Sesi S1 dimoderatori Basir, S.KM., M.Sc. dengan fasilitator Muh. Fajaruddin Natsir, S.KM., M.Kes., sedangkan sesi S2 difasilitasi Dr. Owildan Wisudawan B., S.KM., M.Kes.

Pembahasan difokuskan pada penyelarasan bahan kajian dengan capaian pembelajaran lulusan sekaligus mengidentifikasi potensi tumpang tindih materi antarkedua jenjang pendidikan.

Pada jenjang sarjana, kurikulum diarahkan pada penguasaan konsep dasar dan kemampuan penerapan di lapangan. Sementara pada program magister, pembelajaran difokuskan pada kemampuan analisis, evaluasi, inovasi, serta penyelesaian persoalan kesehatan lingkungan secara strategis.

Melalui workshop ini, Departemen Kesehatan Lingkungan FKM Unhas menargetkan tersusunnya dokumen pemetaan bahan kajian yang komprehensif sebagai dasar penyempurnaan kurikulum, pengembangan mata kuliah, penyusunan capaian pembelajaran, hingga Rencana Pembelajaran Semester.

Langkah tersebut diharapkan semakin memperkuat kompetensi lulusan FKM Unhas sehingga mampu berkontribusi dalam menjawab berbagai persoalan kesehatan lingkungan, khususnya di wilayah pesisir, kepulauan, dan kawasan Benua Maritim Indonesia. (*)

Read Entire Article
Karya | Politics | | |