Muhammad Awaluddin: Ekosistem Terintegrasi Kunci Jasa Raharja Hadirkan Pelayanan Maksimal

1 hour ago 2

YOGYAKARTA – Integrasi data dan kolaborasi lintas institusi menjadi kunci penting bagi PT Jasa Raharja (Persero) dalam menghadirkan pelayanan perlindungan masyarakat yang cepat, responsif, efisien, dan berkelanjutan di tengah transformasi digital industri asuransi.

Hal tersebut disampaikan Direktur Utama PT Jasa Raharja (Persero), Muhammad Awaluddin, saat menjadi salah satu pembicara utama dalam The Forum 2026 yang diselenggarakan Asosiasi Ahli Manajemen Asuransi Indonesia (AAMAI) di Yogyakarta..

Dalam forum bertema The Role of Insurance Ecosystems: Connecting with Customers in New Ways tersebut, Awaluddin memaparkan strategi Jasa Raharja dalam membangun ekosistem perlindungan yang terintegrasi dengan menempatkan masyarakat sebagai pusat dari setiap proses perbaikan layanan.

Pada sesi panel Embedded Insurance & Ecosystem Partnerships: From Product to Experience, Awaluddin menjelaskan bahwa perlindungan dasar bagi korban kecelakaan lalu lintas merupakan salah satu bentuk nyata kehadiran negara. Karena itu, pelayanan harus mampu memberikan akses terhadap layanan kesehatan dan penanganan korban secara cepat, terintegrasi, serta berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

“Customer harus menjadi center of improvement. Setiap integrasi sistem, setiap inovasi digital, dan setiap penyederhanaan proses harus bermuara pada satu tujuan, yaitu menghadirkan pengalaman layanan yang lebih baik bagi masyarakat. Data membantu kami memahami kebutuhan pelanggan secara lebih utuh, sehingga perbaikan layanan dapat dilakukan secara berkelanjutan, ” paparnya.

Menurut Awaluddin, transformasi pelayanan Jasa Raharja dalam beberapa tahun terakhir dibangun melalui penguatan integrasi data secara real-time dengan berbagai institusi. Kolaborasi tersebut melibatkan Korlantas Polri, pemerintah daerah, rumah sakit, serta sejumlah institusi terkait lainnya.

Integrasi tersebut memungkinkan proses pelayanan, mulai dari penjaminan biaya perawatan hingga pembayaran santunan, dilakukan secara lebih cepat, akurat, dan dengan hambatan administratif yang semakin minim.

Awaluddin menegaskan bahwa data kini tidak lagi hanya berfungsi sebagai instrumen pendukung operasional perusahaan. Data telah menjadi fondasi penting dalam pengambilan keputusan, penyempurnaan proses bisnis, serta pengembangan layanan yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

“Konsep tersebut sejalan dengan arah transformasi industri perasuransian global yang semakin mengedepankan pendekatan berbasis ekosistem. Di mana perlindungan tidak lagi berdiri sebagai produk yang terpisah, tetapi menjadi bagian dari pengalaman layanan publik yang terintegrasi, ” jelas Awaluddin.

Ia juga menekankan pentingnya membangun kolaborasi lintas institusi dalam mengembangkan insurance ecosystem di Indonesia. Menurutnya, integrasi data, interoperabilitas sistem, dan penyelarasan proses bisnis antar-lembaga merupakan faktor penting untuk menciptakan sistem perlindungan yang cepat, tepat, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Forum AAMAI 2026 mempertemukan regulator, pelaku industri, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan untuk membahas perkembangan serta arah transformasi industri perasuransian Indonesia di era digital.

Sejumlah isu yang dibahas antara lain pengembangan embedded insurance, open insurance, pemanfaatan real-time data, serta peningkatan pengalaman pelanggan melalui kolaborasi berbasis ekosistem.

Partisipasi Jasa Raharja dalam The Forum 2026 menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk terus memperkuat perlindungan dasar bagi masyarakat melalui transformasi digital, inovasi pelayanan, integrasi data, dan sinergi lintas institusi.

Melalui ekosistem yang semakin terintegrasi, Jasa Raharja berupaya memastikan pelayanan kepada korban kecelakaan lalu lintas dapat diberikan secara cepat, tepat, dan maksimal, sehingga kehadiran negara dalam memberikan perlindungan dasar dapat dirasakan masyarakat di seluruh Indonesia.

Read Entire Article
Karya | Politics | | |