Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Semarang Tegaskan Komitmen 'Polri untuk Masyarakat': Kepercayaan Publik Adalah Modal Utama

6 hours ago 2

UNGARAN - Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Polres Semarang berlangsung khidmat sekaligus menjadi momentum mempertegas komitmen Polri untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Mengusung tema "80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat", jajaran Polres Semarang menegaskan bahwa kepercayaan publik hanya dapat dibangun melalui kinerja nyata, pelayanan yang profesional, dan integritas yang tinggi.

Upacara digelar di halaman Mapolres Semarang, Ungaran, Kabupaten Semarang, Selasa (1/7/2026), dipimpin langsung Kapolres Semarang AKBP Ratna Quratul Ainy, S.I.K., M.Si. selaku Inspektur Upacara.

Sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Semarang turut hadir, di antaranya Bupati Semarang, Ketua DPRD Kabupaten Semarang, Dandim 0714/Salatiga, unsur Kodam IV/Diponegoro, Ketua Pengadilan Negeri Ungaran, Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Semarang, Wakil Bupati Semarang, Sekretaris Daerah Kabupaten Semarang, para kepala OPD, tokoh agama, tokoh masyarakat, Bhayangkari, serta jajaran pejabat utama dan para Kapolsek di lingkungan Polres Semarang.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres membacakan amanat Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol. Ribut Hari Wibowo yang menegaskan bahwa perjalanan delapan dekade Polri merupakan wujud pengabdian kepada bangsa dan negara dengan satu tujuan utama, yakni memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

"Delapan puluh tahun perjalanan Polri adalah perjalanan panjang pengabdian untuk bangsa dan negara. Seluruh tugas, kewenangan, dan pengabdian Polri pada akhirnya bermuara pada satu tujuan luhur, yakni memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, " demikian amanat Kapolda Jawa Tengah yang dibacakan AKBP Ratna Quratul Ainy.

Kapolda menekankan, kehadiran Polri harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat melalui pelayanan yang cepat, responsif, profesional, humanis, dan berorientasi pada penyelesaian persoalan.

Menurutnya, tantangan tugas kepolisian kini semakin kompleks seiring perkembangan teknologi digital. Berbagai ancaman seperti kejahatan siber, penipuan daring, judi online, pencurian data pribadi, hingga penyebaran hoaks menuntut personel Polri untuk terus meningkatkan kompetensi dan kemampuan beradaptasi.

"Kepercayaan publik adalah modal paling berharga. Kepercayaan tidak lahir dari retorika, tetapi dari kinerja nyata, pelayanan yang baik, kejujuran, integritas, kesederhanaan, serta kedekatan dengan masyarakat, " tegas Kapolda dalam amanatnya.

Dalam amanat tersebut, Kapolda Jawa Tengah juga memberikan lima penekanan strategis kepada seluruh jajaran Polda Jawa Tengah sebagai pedoman pelaksanaan tugas ke depan, yaitu:

* Memperkuat reformasi kelembagaan Polri.

* Meningkatkan profesionalisme dalam pelaksanaan tugas.

* Memperkuat kapasitas sumber daya manusia.

* Meningkatkan fleksibilitas organisasi menghadapi dinamika lingkungan strategis.

* Memperkuat legitimasi serta kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.

Kapolda mengajak seluruh personel menjadikan momentum Hari Bhayangkara sebagai bahan refleksi untuk terus berbenah serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

"Jangan pernah lelah berbuat baik, jangan pernah berhenti melayani, dan jangan pernah mengkhianati kepercayaan masyarakat. Polri yang kuat adalah Polri yang dipercaya, dan Polri yang dipercaya adalah Polri yang benar-benar hadir untuk masyarakat, " tutupnya.

Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Polres Semarang juga menjadi simbol semakin eratnya sinergi antara Polri, TNI, Pemerintah Kabupaten Semarang, serta seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Kabupaten Semarang.

Semangat "80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat" diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh personel Polri untuk terus menghadirkan pelayanan yang profesional, transparan, dan semakin dekat dengan masyarakat di tengah tantangan zaman yang terus berkembang.**

(Agung)

Read Entire Article
Karya | Politics | | |