Dari Bumi Anoa untuk Indonesia, PT Vale Perkuat Hilirisasi Hijau di HUT Sultra ke-62

1 week ago 14

KENDARI, Indonesiasatu.co.id– Momentum perayaan Hari Ulang Tahun ke-62 Provinsi Sulawesi Tenggara menjadi panggung bagi PT Vale Indonesia Tbk untuk menegaskan komitmennya dalam mendukung agenda strategis nasional melalui hilirisasi industri nikel yang berkelanjutan dan berpihak pada masyarakat.

Dalam kegiatan yang berlangsung di kawasan MTQ Kota Kendari pada 24–27 April 2026, PT Vale hadir sebagai bagian dari MIND ID dengan menampilkan berbagai inovasi serta program pemberdayaan yang menjadi bagian dari pembangunan ekonomi hijau di daerah.

Mengusung tema “Dari Bumi Anoa untuk Indonesia”, kehadiran PT Vale menjadi simbol sinergi antara pengembangan industri modern dengan pelestarian lingkungan serta penguatan ekonomi kerakyatan. Perusahaan memperkenalkan progres pengembangan proyek di Pomalaa yang dirancang dengan prinsip pertambangan bertanggung jawab sejak fase konstruksi hingga operasional.

Manager External Relation PT Vale Indonesia IGP Pomalaa, Hasmir, mengatakan pihaknya ingin memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa hilirisasi nikel dapat berjalan seiring dengan perlindungan alam dan peningkatan kesejahteraan warga.

“PT Vale ingin menunjukkan bahwa pengembangan industri nikel di Pomalaa dilakukan dengan standar lingkungan yang tinggi. Kami percaya kemajuan industri harus sejalan dengan kelestarian alam dan manfaat nyata bagi masyarakat, ” ujarnya.

Selain sektor industri, PT Vale juga menampilkan keberhasilan Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) yang telah berjalan selama satu dekade di wilayah pemberdayaan Kabupaten Kolaka. Fokus utama program saat ini diarahkan pada penguatan sektor pertanian dan ekonomi mandiri masyarakat.

Salah satu contoh nyata adalah keberadaan Asosiasi Petani Organik Kolaka (ASPOK) yang kini menaungi puluhan petani lokal. Melalui pendampingan PT Vale, para petani dibantu dalam pengelolaan lahan, proses produksi, hingga pemasaran beras organik berkualitas.

Tidak hanya itu, stan PT Vale juga diramaikan berbagai produk UMKM binaan, mulai dari keripik ubi kayu, dodol, abon, hingga minuman herbal. Kehadiran produk-produk lokal ini menunjukkan bahwa roda ekonomi masyarakat dapat tumbuh bersama kemajuan industri tambang.

Daya tarik lain datang dari maskot “Kadoee” yang menyambut pengunjung di depan stan. Maskot berbentuk anoa tersebut merepresentasikan identitas Sulawesi Tenggara sekaligus pesan penting tentang perlindungan ekosistem hutan di tengah pembangunan industri.

Antusiasme masyarakat terlihat tinggi. Salah seorang pengunjung, Ridwan, mengaku terkesan dengan konsep stan PT Vale yang informatif dan menarik. Ia juga membagikan pengalamannya saat pernah menjalani praktik kerja lapangan di site Pomalaa.

“Stannya sangat bagus. Waktu saya PKL di sana, PT Vale sangat peduli terhadap mahasiswa dan sangat disiplin dalam budaya safety first, ” katanya.

Partisipasi PT Vale dalam perayaan tingkat provinsi ini menjadi yang pertama dan dinilai strategis untuk mempererat hubungan dengan masyarakat Sulawesi Tenggara secara luas. Perusahaan berharap masyarakat semakin memahami rencana jangka panjang pembangunan industri nikel berkelanjutan di Pomalaa.

Melalui keikutsertaan pada HUT Sultra ke-62 ini, PT Vale menegaskan tekad untuk terus menjadi mitra pembangunan daerah, menghadirkan manfaat ekonomi, membuka peluang usaha, sekaligus menjaga lingkungan demi masa depan yang lebih hijau dan sejahtera bagi masyarakat Sulawesi Tenggara.

Read Entire Article
Karya | Politics | | |