KAI Daop 7 Madiun Gandeng Railfans Perangi Pelecehan Seksual

5 hours ago 2

MADIUN - Perjalanan kereta api seharusnya menjadi momen yang aman dan nyaman bagi setiap penumpang. Namun, realitas terkadang berbeda, di mana pelecehan seksual masih menjadi momok yang mengintai. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun (KAI Daop 7 Madiun) menunjukkan komitmen kuatnya untuk menciptakan ekosistem transportasi publik yang bebas dari segala bentuk pelecehan, dengan menggandeng kekuatan komunitas.

Dalam upaya memperluas jangkauan edukasi dan kesadaran, KAI Daop 7 Madiun berkolaborasi secara lintas komunitas. Tak tanggung-tanggung, mereka merangkul para pencinta kereta api (Railfans) dari tiga wilayah sekaligus: Madiun, Kertosono, dan Blitar. Aksi nyata ini diwujudkan dalam sebuah kampanye serentak anti pelecehan seksual yang digelar di Stasiun Blitar. Sinergi ini bukan sekadar formalitas, melainkan langkah masif untuk tindakan preventif sekaligus memberikan edukasi langsung kepada masyarakat.

Keterlibatan aktif generasi muda dari berbagai daerah ini menjadi kunci. KAI ingin membuka ruang seluas-luasnya bagi para pemuda untuk menjadi agen perubahan, menyebarkan pesan positif, dan menjadi pelopor keselamatan serta kenyamanan di ruang publik. Ini adalah tentang memberdayakan mereka untuk bersuara dan bertindak.

Dalam aksi penolakan pelecehan seksual tersebut, para anggota komunitas bersama KAI Daop 7 Madiun tidak hanya berdiri di pinggir. Mereka aktif melakukan serangkaian kegiatan edukatif yang menyentuh. Mulai dari penggalangan tanda tangan petisi bersama pelanggan, membagikan brosur edukasi yang informatif, hingga membentangkan banner dan mockup kreatif yang berisi seruan berani melapor jika melihat atau mengalami tindakan asusila. Semangat kolaborasi ini terasa begitu nyata.

Manager Humas Daop 7 Madiun, Tohari, menyampaikan optimisme bahwa perluasan kolaborasi dengan komunitas Railfans Madiun, Kertosono, dan Blitar ini akan mampu membangun kesadaran kolektif yang lebih kuat di sepanjang lintas Daop 7. Ini adalah upaya membangun budaya saling menjaga dan menghormati.

"Kami mengapresiasi semangat luar biasa dari rekan-rekan pencinta kereta api di Madiun, Kertosono, dan Blitar yang telah mengambil peran nyata dalam gerakan ini. Melalui kolaborasi ini, kami ingin menegaskan kembali kepada seluruh pelanggan untuk tidak ragu bersuara, berani melapor, dan segera meminta pertolongan kepada petugas apabila melihat atau mengalami tindakan yang mengarah pada pelecehan seksual baik saat di stasiun maupun dalam perjalanan naik KA, " ujar Tohari.

KAI secara tegas menggarisbawahi kebijakan nol toleransi (zero tolerance) terhadap segala bentuk tindakan asusila. Ini bukan sekadar slogan, melainkan komitmen yang didukung dengan sanksi tegas. Tohari menekankan bahwa sanksi berat telah disiapkan bagi siapapun yang terbukti melakukan pelanggaran hukum tersebut di lingkungan perkeretaapian.

"KAI tidak akan memberi ruang sedikit pun bagi pelaku pelecehan seksual. Oknum yang terbukti melakukan tindakan asusila, baik di area stasiun maupun di atas kereta api, akan langsung dikenakan sanksi administratif tegas berupa pemblokiran nomor identitas (blacklist), sehingga tidak dapat lagi menggunakan layanan kereta api untuk jangka waktu tertentu bahkan hingga permanen, " tegas Tohari.

Selain upaya preventif dan penegakan hukum, KAI juga terus berinovasi dalam memberikan perlindungan melalui teknologi. Sebuah bukti nyata adalah hadirnya fitur Female Seat Map di aplikasi Access by KAI. Fitur ini memungkinkan pelanggan perempuan untuk memantau posisi tempat duduk berdasarkan gender penumpang di sekelilingnya, sebuah langkah kecil namun signifikan untuk meningkatkan rasa aman selama perjalanan.

Melalui gerakan bersama komunitas Railfans ini, KAI Daop 7 Madiun menegaskan komitmennya untuk terus konsisten menghadirkan layanan transportasi yang tidak hanya mengutamakan keselamatan dan ketepatan waktu, tetapi juga menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, kehormatan, dan kenyamanan mutlak bagi seluruh pelanggan. Ini adalah tentang menciptakan ruang aman bagi semua.

Read Entire Article
Karya | Politics | | |