KOTA CIREBON – Dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana, Babinsa Kelurahan Kesenden Sertu Dodi Saputra menghadiri kegiatan Sosialisasi Kecamatan Tangguh Bencana Tahun 2026 yang mengusung tema "Manajemen Bencana Berbasis Masyarakat dan Peran Relawan/Tagana", bertempat di Aula Pangeran Kejaksan, Jalan Kapten Samadikun RT 01 RW 11 Samadikun Utara, Kelurahan Kesenden, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon, Selasa (4/88/2026).
Kegiatan tersebut menjadi wadah untuk memperkuat koordinasi dan kolaborasi antar unsur pemerintah, TNI-Polri, relawan, serta elemen masyarakat dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang tangguh, cepat, dan responsif berbasis partisipasi masyarakat.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Danramil 1404/Kejaksan Kapten Arm Toto, Camat Kejaksan Mohammad Muhaimin, STTP., S.H., Babinsa dan Bhabinkamtibmas se-Kecamatan Kejaksan, para lurah se-Kecamatan Kejaksan, perwakilan BPBD Kota Cirebon, LPM se-Kecamatan Kejaksan, Karang Taruna, serta tamu undangan lainnya.
Dalam sosialisasi ini, peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya mitigasi bencana, peningkatan kapasitas masyarakat, serta optimalisasi peran relawan dan Taruna Siaga Bencana (Tagana) sebagai garda terdepan dalam penanganan bencana di tingkat wilayah.
Sertu Dodi Saputra menyampaikan bahwa kehadiran Babinsa dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan TNI AD terhadap upaya pemerintah dalam mewujudkan masyarakat yang tangguh menghadapi bencana. Menurutnya, sinergi antara aparat kewilayahan, pemerintah daerah, relawan, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam meminimalkan risiko bencana.
"Melalui sosialisasi ini diharapkan seluruh elemen masyarakat semakin memahami langkah-langkah pencegahan, kesiapsiagaan, serta penanganan bencana secara terpadu sehingga mampu menciptakan lingkungan yang aman, tangguh, dan siap menghadapi berbagai potensi bencana, " ujar Sertu Dodi.
Sementara itu, Danramil 1404/Kejaksan Kapten Arm Toto mengatakan bahwa penanggulangan bencana merupakan tanggung jawab bersama yang memerlukan sinergi seluruh unsur, mulai dari pemerintah, TNI-Polri, relawan, hingga masyarakat. Menurutnya, pembentukan Kecamatan Tangguh Bencana menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi berbagai potensi bencana sejak dini.
"Melalui sosialisasi ini, kami berharap seluruh komponen masyarakat memiliki pengetahuan dan kemampuan dasar dalam mitigasi bencana, sehingga apabila terjadi situasi darurat dapat bertindak cepat, tepat, dan terkoordinasi. TNI akan selalu siap mendukung setiap upaya penanggulangan bencana demi keselamatan dan keamanan masyarakat, " tegas Kapten Arm Toto.
Kegiatan berlangsung dengan tertib, interaktif, dan penuh antusiasme peserta sebagai wujud komitmen bersama dalam memperkuat budaya sadar bencana serta meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat di wilayah Kecamatan Kejaksan. (PERS)


















































