Airlangga Hartarto: WFH Pasca-Lebaran, Langkah Hemat Energi dan Dorong Ekonomi

11 hours ago 9

JAKARTA - Gebrakan baru pasca-Lebaran akan segera hadir. Pemerintah memastikan kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) akan mulai diterapkan. Langkah strategis ini diambil sebagai respons jitu terhadap lonjakan harga minyak dunia, dengan tujuan utama menghemat energi.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengonfirmasi bahwa kebijakan WFH ini akan berlaku bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN). Tak hanya itu, imbauan serupa juga akan dilayangkan kepada sektor swasta, kecuali bagi mereka yang bekerja di sektor pelayanan publik yang vital.

“Aturan WFH akan didetailkan. Tetapi sesudah Lebaran kita akan berlakukan. Untuk ASN maupun imbauan untuk swasta. Tetapi bukan yang bekerja di sektor pelayanan publik, ” ujar Airlangga, Sabtu (21/03/2026).

Menariknya, kebijakan WFH ini tidak akan menguras seluruh waktu kerja. Pemerintah menetapkan bahwa WFH hanya akan berlaku satu hari dalam sepekan. Tujuannya adalah menjaga keseimbangan antara fleksibilitas kerja dan produktivitas yang optimal.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, memaparkan estimasi dampak positif dari penerapan WFH ini. Ia memperkirakan, kebijakan WFH sehari dalam sepekan dapat memberikan efisiensi energi yang signifikan, khususnya dalam hal penghematan bahan bakar minyak (BBM). “Ada hitungan kasar sekali … (WFH bisa menghemat) seperlima, kira-kira 20 persen (penggunaan BBM), ” ungkap Purbaya.

Purbaya menambahkan, pemberlakuan WFH pada satu hari, misalnya Jumat, justru dapat menciptakan rangkaian akhir pekan yang lebih panjang. Hal ini dinilai mampu mendorong aktivitas di lingkungan rumah tangga sekaligus memberikan dorongan kecil bagi sektor pariwisata yang mulai bangkit.

Langkah ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam sidang kabinet sebelumnya. Presiden mendorong adanya langkah penghematan konsumsi BBM dan mempertimbangkan kebijakan WFH sebagai antisipasi dampak krisis global. “Dulu kita atasi COVID, berhasil kita. Dan kita mampu, banyak bekerja dari rumah, efisiensi, berarti kita menghemat BBM dalam jumlah yang sangat besar, ” kata Presiden Prabowo.

Indonesia bukan satu-satunya negara yang mengambil langkah serupa. Sejumlah negara lain telah mengumumkan kebijakan penghematan energi di tengah ketidakpastian global. Thailand, misalnya, meminta pegawai negeri bekerja dari rumah dan mengatur suhu pendingin ruangan. Filipina memberlakukan sistem kerja empat hari dalam sepekan di sektor publik, sementara Pakistan menyiapkan rencana penghematan energi melalui pembelajaran jarak jauh dan pengaturan kerja dari rumah. (PERS) 

Read Entire Article
Karya | Politics | | |