YAHUKIMO - Tiga warga sipil tewas dalam aksi kekerasan di sekitar Jalan Trans Papua, Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Senin (20/7/2026). Koops TNI Habema menyatakan terus berkoordinasi dengan aparat terkait untuk mengungkap kasus tersebut dan memperkuat perlindungan terhadap masyarakat.
Berdasarkan informasi awal yang diterima, korban terdiri dari pasangan suami istri, Kumis Kogoya dan istrinya, serta seorang perempuan dari Suku Unaukam. Namun, identitas lengkap korban dan kronologi kejadian masih dalam proses pendalaman oleh aparat berwenang.
Sementara itu, Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB dalam pernyataan yang dipublikasikan mengklaim kelompok bersenjata OPM pimpinan Kopitua Heluka, yang disebut sebagai Danops Kodap Yahukimo, bertanggung jawab atas aksi penembakan tersebut.
Koops TNI Habema menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Koops menegaskan bahwa kekerasan terhadap warga sipil merupakan tragedi kemanusiaan yang tidak dapat dibenarkan.
Koops TNI Habema juga terus berkoordinasi dengan aparat terkait untuk melakukan penyelidikan, pengejaran, serta penegakan hukum terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf. M. Wirya Arthadiguna, mengatakan perlindungan masyarakat menjadi prioritas dalam setiap langkah aparat keamanan.
“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban. Tidak ada satu pun masyarakat yang seharusnya kehilangan nyawa akibat aksi kekerasan. Koops TNI Habema akan terus bekerja secara selektif, terukur, profesional, dan sesuai hukum untuk menghadirkan rasa aman bagi masyarakat serta memastikan para pelaku mempertanggungjawabkan perbuatannya, ” ujar Letkol Inf. M. Wirya Arthadiguna.
Menurut Koops TNI Habema, kondisi keamanan menjadi fondasi penting bagi masyarakat untuk menjalankan aktivitas sehari-hari. Situasi yang aman dibutuhkan agar anak-anak dapat bersekolah, kegiatan ekonomi berjalan, serta masyarakat dapat membangun kehidupan tanpa rasa takut.
Koops TNI Habema mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi. Seluruh elemen masyarakat juga diajak memperkuat persaudaraan dan bersama-sama menjaga situasi keamanan di Papua.
"Kasus ini masih dalam proses pendalaman aparat berwenang".
(PERS)

















































