PUNCAK JAYA - Satgas Pamtas Mobile Yonif 721/Makkasau terus mengedepankan pendekatan humanis untuk menjaga stabilitas keamanan di Papua Pegunungan. Melalui Patroli Simpatik yang digelar di Kampung Mewoluk dan Kampung Biak, Kabupaten Puncak Jaya, Minggu (2/8/2026), prajurit TNI membangun komunikasi langsung dengan masyarakat dan tokoh adat, agama, serta pemerintah kampung guna memperkuat kepercayaan dan kebersamaan.
Patroli yang dipimpin Lettu Inf Firmansyah dengan melibatkan 12 personel itu tidak hanya berfokus pada pemantauan situasi keamanan, tetapi juga menjadi momentum mempererat silaturahmi dengan Kepala Kampung Biak dan Kampung Mewoluk Yulius Wonda, tokoh masyarakat Beliget Kogoya, serta Pendeta Mekilas Wenda. Dialog yang terjalin berlangsung hangat sebagai bentuk komitmen TNI menjaga hubungan harmonis dengan seluruh elemen masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, personel Satgas mengajak masyarakat untuk terus menjaga persatuan, meningkatkan kepedulian terhadap keamanan lingkungan, serta memperkuat kerja sama dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif demi mendukung pembangunan di Kabupaten Puncak Jaya.
Wadansatgas Pamtas Mobile Yonif 721/Makkasau, Kapten Inf Eko Budiyanto, S.Tr.(Han), menegaskan bahwa patroli simpatik merupakan bagian dari strategi membangun kedekatan dengan masyarakat melalui komunikasi yang terbuka dan penuh kekeluargaan.
"Melalui patroli simpatik ini, kami ingin terus mempererat silaturahmi dengan masyarakat. Kehadiran prajurit bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga menjadi sahabat dan mitra masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman, damai, dan penuh kebersamaan, " ujar Kapten Inf Eko Budiyanto.
Masyarakat menyambut positif kegiatan tersebut dan mengapresiasi kehadiran personel Satgas yang selama ini aktif berinteraksi dengan warga. Dukungan dari tokoh masyarakat dinilai menjadi modal penting dalam menjaga stabilitas keamanan sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat di wilayah pegunungan Papua.
Patroli Simpatik Satgas Yonif 721/Makkasau menjadi bukti bahwa pendekatan dialogis dan komunikasi yang intensif mampu membangun rasa saling percaya, sehingga tercipta suasana yang aman, damai, dan kondusif bagi masyarakat di daerah penugasan.
(PERS)

















































