PANGKEP SULSEL– Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), H. Muh. Lutfi Hanafi, SE, melakukan pemantauan langsung terhadap proyek pembangunan irigasi yang berlokasi di Kelurahan Bonto Langkasa, Kecamatan Minasatene, Minggu pagi (2/8/2026).
Dalam peninjauan tersebut, H. Muh. Lutfi Hanafi mengaku menemukan indikasi pekerjaan yang diduga tidak sesuai dengan petunjuk teknis pelaksanaan. Menurutnya, kondisi pondasi proyek memperlihatkan kualitas campuran yang patut dipertanyakan.
"Saya menemukan pondasi yang campurannya berhamburan ketika disentuh. Ini menjadi indikasi bahwa bahan-bahan yang digunakan diduga tidak sesuai dengan petunjuk teknis yang telah ditetapkan, " ujar Lutfi saat berada di lokasi.
Proyek irigasi yang dibiayai melalui anggaran Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Jeneberang Sulawesi Selatan tersebut dinilai perlu mendapat perhatian serius agar hasil pembangunan benar-benar berkualitas dan mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat, khususnya para petani.
Lutfi menegaskan, kualitas pembangunan infrastruktur harus menjadi prioritas utama karena proyek yang menggunakan anggaran negara wajib dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis dan standar mutu yang berlaku.
Ia juga menyoroti pentingnya peran konsultan maupun pihak pengawas lapangan. Menurutnya, temuan di lapangan mengindikasikan bahwa fungsi pengawasan belum berjalan secara optimal.
"Ini menjadi pertanda bahwa pengawasan proyek ini belum maksimal. Kemungkinannya pihak pengawas jarang turun ke lokasi sehingga pelaksanaan pekerjaan tidak terpantau dengan baik, " katanya.
Sebagai Ketua Komisi II DPRD Pangkep, Lutfi meminta instansi terkait segera melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kualitas pekerjaan agar apabila ditemukan penyimpangan dapat segera dilakukan perbaikan sebelum proyek selesai.
Ia juga mengingatkan kontraktor pelaksana agar mengutamakan kualitas pekerjaan dibanding mengejar target penyelesaian semata, karena infrastruktur irigasi memiliki peran penting dalam mendukung produktivitas pertanian di Kabupaten Pangkep.
Lutfi berharap Balai Jeneberang bersama pihak terkait segera menindaklanjuti temuan tersebut dengan melakukan evaluasi teknis di lapangan sehingga pembangunan irigasi dapat berjalan sesuai spesifikasi dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pelaksana proyek maupun Balai Jeneberang Sulawesi Selatan terkait temuan yang disampaikan Ketua Komisi II DPRD Pangkep tersebut. Berita ini akan diperbarui apabila terdapat tanggapan resmi dari pihak terkait.( Herman Djide)

















































