Mahasiswa Ancam Geruduk PWM Sulsel Buntut Konflik Internal Unmuh Barru

1 day ago 7

BARRU - Gelombang protes besar-besaran mengguncang Kampus Unmuh Barru, Selasa (4/8/2026). Aliansi mahasiswa bersama Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) turun ke jalan menuntut pencopotan rektor dan audit keuangan kampus, sekaligus memberikan batas waktu 10 hari sebelum mereka memboyong aksi solidaritas ke Makassar.

​Aksi ini dipicu oleh pemecatan sepihak yang dilakukan oleh birokrasi kampus terhadap Rukaya, S.Pd., M.Pd., dari posisinya sebagai Kepala Program Studi (Kaprodi) Bimbingan dan Konseling (BK) sekaligus Dosen Tetap.

​Pemecatan tersebut menuai kecaman keras lantaran dinilai bermula dari langkah Rukaya dalam menegakkan aturan berbusana muslimah serta nilai-nilai moralitas di lingkungan kampus. 

Massa menilai tindakan rektorat tidak hanya cacat prosedur administrasi, tetapi juga mencederai muruah institusi pendidikan berbasis Islam.

​Dalam orasinya, massa aksi merumuskan tiga tuntutan tegas yang ditujukan kepada Pimpinan Pusat (PP) dan Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah:

- ​Copot Rektor Unmuh Barru: Mendesak agar pimpinan persyarikatan segera memberhentikan Rektor Unmuh Barru yang dinilai otoriter, anti-kritik, dan melanggar prosedur internal.

- ​Keadilan bagi Rukaya: Menuntut pembatalan Surat Keputusan (SK) pemecatan sepihak serta pemulihan harkat, martabat, dan jabatan Rukaya sebagai Kaprodi dan dosen tanpa syarat.

- ​Audit Keuangan Kampus: Menuntut transparansi serta audit investigatif menyeluruh oleh auditor independen terhadap pengelolaan keuangan Unmuh Barru yang dinilai bermasalah.

​Menanggapi polemik ini, massa aksi memberikan tenggat waktu yang ketat kepada Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan untuk segera mengambil langkah intervensi dan evaluasi nyata.

​Jenderal Lapangan Aksi, Ahmad, menegaskan bahwa ultimatum selama 10 hari kalender ini merupakan ujian serius bagi komitmen pimpinan dalam menegakkan keadilan di internal persyarikatan.

​"Jika dalam waktu 10 hari tuntutan ini dikesampingkan atau tidak diakomodasi, kami pastikan gelombang solidaritas akan jauh lebih besar. Kami akan memboyong massa untuk menduduki dan menggelar aksi demonstrasi besar-besaran di depan Gedung PWM Sulsel di Makassar, " ujar Ahmad dengan tegas.

​Hingga berita ini diturunkan, pihak rektorat Unmuh Barru belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan dan ultimatum yang dilayangkan oleh aliansi mahasiswa dan AMM Barru.

Read Entire Article
Karya | Politics | | |