Iran Jamin Keamanan Kapal Non AS-Israel di Selat Hormuz

12 hours ago 7

TEHERAN – Iran menegaskan komitmennya untuk membuka kembali jalur vital Selat Hormuz bagi kapal-kapal yang tidak terafiliasi dengan Amerika Serikat (AS) maupun Israel. Langkah ini diambil demi menjamin kelancaran pelayaran di salah satu arteri terpenting bagi perdagangan energi global.

Kepastian ini disampaikan langsung oleh Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Senin (23/3). Pernyataan tersebut disampaikan dalam sebuah percakapan telepon dengan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, sebagaimana dilaporkan oleh kantor kepresidenan Iran.

“Iran telah mengambil langkah untuk memastikan keamanan pelayaran lewat jalur air ini dan akan melakukan koordinasi yang diperlukan bagi kapal yang tidak berafiliasi dengan pihak agresor, ” tegas Presiden Pezeshkian.

Menurut Presiden Iran, ketegangan yang memicu blokade de facto di Selat Hormuz merupakan imbas dari operasi militer yang dilancarkan oleh AS dan Israel terhadap Iran. Situasi ini telah menimbulkan kekhawatiran mendalam akan pasokan energi dunia.

Sebelumnya, pada Minggu, perwakilan tetap Iran untuk Organisasi Maritim Internasional (IMO), Ali Mousavi, juga telah memberikan sinyal serupa. Ia menyatakan bahwa seluruh kapal, kecuali yang diidentifikasi sebagai “musuh”, diizinkan untuk melintasi Selat Hormuz asalkan melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan otoritas Iran.

Eskalasi ketegangan ini bermula dari serangan yang dilancarkan AS dan Israel terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran, pada 28 Februari. Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan kerusakan dan menelan korban jiwa warga sipil. Iran kemudian merespons dengan melancarkan serangan balasan ke wilayah Israel dan target militer AS di kawasan Timur Tengah.

Akibat dari rangkaian peristiwa ini, terjadi blokade de facto di Selat Hormuz. Jalur yang strategis ini merupakan rute utama pengiriman minyak mentah dan gas alam cair (LNG) dari negara-negara Teluk Persia menuju pasar global. Gangguan di selat ini tidak hanya memengaruhi arus perdagangan, tetapi juga berdampak signifikan pada produksi dan ekspor minyak di seluruh kawasan. (PERS) 

Read Entire Article
Karya | Politics | | |