Flyer Aksi Unjuk Rasa MTsN Gowa, Kepala Kantor Kemenag : Kalau Terbukti Saya Copot Kepala Madrasah 

1 day ago 8

GOWA, SULSEL - Tersebar Flyer atau selebaran digital (e-flyer) berupa gambar yang dibagikan ke dalam percakapan group WhatsApp terkait dugaan penyelewengan dana BOS di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Kabupaten Gowa.

Pada flyer tersebut Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Sulawesi Selatan (Sulsel) akan menggelar aksi unjuk rasa pada Senin (27/7/2026) dengan estimasi massa 80 orang, di tiga titik aksi diantaranya di MTsN Kabupaten Gowa, Kantor Kemenag Gowa dan Polresta Gowa.

Dalam tuntutannya ada 3 point yaitu yang pertama, Copot Kepala Sekolah MTsN Gowa, kedua yaitu mendesak Polresta Gowa unit Tipikor segera memeriksa Kepala Sekolah MTsN Gowa atas indikasi dugaan korupsi pada kegiatan pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun 2025/2026.

Serta ketiga, copot Kepala Kemenag karena diduga tidak tahu menilai, lalai dan kurang tegas dalam mengawasi pengelolaan dana BOS dilingkup madrasah.

Dana BOS untuk anggaran tahun 2025/2026, masing-masing anggarannya sebesar Rp 1, 1 miliar, yang bersumber dari APBN tahun 2025/2026 (Kementerian Agama Direktorat Jenderal Pendidikan Islam).

Bahkan menurut investigasi Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Sulsel, katanya ada temuan inspektorat dalam anggaran ini dan berdasarkan informasi yang dihimpun diduga sudah ada pengembalian dana BOS MTsN Kabupaten Gowa.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Gowa, H.Jamaris, saat dikonfirmasi terkait dugaan korupsi pada kegiatan pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun 2025/2026.

Dia tegaskan kalau terbukti saya copot Kepala Madrasah (Kamad) nya. 

"Ini sudah 4 kali masuk suratnya di sekolah. Buntut - buntutnya minta sewa sekretariat saja, " ujarnya kepada INDONESIASATU.CO.ID saat dikonfirmasi melalui via whatsApp, Jumat (24/7/2026).

Dan tim saya sudah turun dari bulan lalu dan baik - baik saja. Tuduhannya ada dugaan korupsi dana BOS sebesar Rp.1, 1 miliar di MTsN Kabupaten Gowa.

"Padahal siswanya saja hanya 450 an orang, berarti dana Bantuan Operasional Sekolahnya (BOS) nya cuma 500 juta, bukan Rp.1, 1 miliar, " pungkasnya. (Shanty)

Read Entire Article
Karya | Politics | | |