Dua Bulan Krisis Air, Polres Semarang Kirim 60 Ribu Liter Air ke Kemitir

4 hours ago 5

KABUPATEN SEMARANG - Dua bulan tanpa aliran air Pamsimas membuat warga Dusun Ngoho, Desa Kemitir, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, harus mencari sumber air alternatif untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kondisi itu mendorong Polres Semarang bersama sejumlah pihak menyalurkan 60 ribu liter air bersih kepada warga, Rabu (12/8/2026).

Distribusi air dipimpin langsung Kapolres Semarang AKBP Heru Dwi Purnomo, S.I.K., M.Si. Sebanyak lima tangki air berkapasitas 6.000 liter dikerahkan, ditambah 30 kendaraan komunitas EGS (Eltitusi Gedong Songo) yang masing-masing membawa 1.000 liter air.

Puluhan kendaraan tersebut bergerak mendistribusikan air ke sejumlah titik di masing-masing RW Desa Kemitir. Langkah itu dilakukan agar bantuan dapat segera diterima warga yang terdampak kekeringan.

Kondisi kekeringan membuat warga Dusun Ngoho mengalami kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan dasar. Salah seorang warga, Sutiyah (64), mengatakan aliran Pamsimas yang selama ini menjadi sumber air warga telah berhenti sekitar dua bulan.

"Sudah sekitar dua bulan air Pamsimas tidak mengalir. Kalau membutuhkan air, kami mengambil dari masjid untuk keperluan sehari-hari. Dengan adanya bantuan air bersih ini kami sangat terbantu, " kata Sutiyah.

Kapolres Semarang AKBP Heru Dwi Purnomo mengatakan distribusi air tersebut dilakukan setelah pihaknya menerima informasi mengenai kondisi warga yang kesulitan memperoleh air bersih.

"Kami mendapatkan informasi bahwa warga di Dusun Ngoho sudah sekitar dua bulan mengalami kesulitan air bersih. Karena itu, kami bersama stakeholder terkait berupaya membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, " ujar Heru.

Menurut Heru, air bersih merupakan kebutuhan mendasar sehingga penanganan dampak kekeringan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Karena itu, Polres Semarang menggandeng pemerintah daerah, TNI, PMI hingga komunitas masyarakat untuk mempercepat distribusi.

"Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat dan dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kebutuhan sehari-hari. Kami juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama peduli terhadap masyarakat yang terdampak musim kemarau dan kekeringan, " katanya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala BPBD Kabupaten Semarang Muh. Muslih, Kepala PMI Kabupaten Semarang Muh. Taufik, S.Sos., M.M., anggota DPRD Kabupaten Semarang Lia Amelia, Camat Sumowono Agung Heru Suryono, S.H., Ba Tuud Koramil Sumowono Peltu Rokhani, Kepala Desa Kemitir Puji Utomo, serta Ketua Komunitas EGS Sholikun.

Kepala Desa Kemitir Puji Utomo mengapresiasi bantuan tersebut. Menurutnya, pasokan air sangat dibutuhkan warga karena sumber air yang selama ini digunakan belum kembali normal.

"Dengan adanya bantuan air bersih ini, warga kami sangat terbantu dan bisa mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari. Kami mengucapkan terima kasih kepada Polres Semarang dan semua pihak yang telah peduli terhadap kondisi warga kami, " ujar Puji.

Distribusi 60 ribu liter air itu menjadi bentuk kolaborasi antara Polres Semarang, BPBD, TNI, PMI, pemerintah kecamatan dan desa, DPRD, serta komunitas masyarakat untuk membantu warga yang terdampak kekeringan.

Polres Semarang menyatakan bantuan air bersih akan menjadi bagian dari upaya membantu masyarakat selama kondisi kekeringan masih berlangsung. Di tengah musim kemarau, pasokan air menjadi kebutuhan mendesak bagi warga yang sumber airnya mengalami gangguan. 

(Agung)

Read Entire Article
Karya | Politics | | |