TABO TABO, PANGKEP – Kepala Desa Tabo Tabo, Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Provinsi Sulawesi Selatan, Hairil Anwar, S.Sos., MM, mengajak masyarakat untuk memanfaatkan potensi lokal yang ada di wilayahnya secara maksimal demi meningkatkan kesejahteraan keluarga dan menciptakan sumber penghasilan yang berkelanjutan.
Hal tersebut disampaikan Hairil Anwar saat ditemui di kawasan puncak Gunung Tabo Tabo yang kini telah menjadi areal perkebunan produktif, Sabtu (6/6/2026). Menurutnya, lahan yang tersedia di desa merupakan aset berharga yang harus dimanfaatkan dengan baik.
Ia menegaskan bahwa banyak lahan yang selama ini dibiarkan kosong atau ditumbuhi semak belukar, padahal memiliki potensi besar untuk menghasilkan berbagai komoditas pertanian yang bernilai ekonomi.
"Kita harus memanfaatkan potensi lokal secara maksimal karena lahan yang ada merupakan sumber penghasilan yang berkelanjutan. Jangan biarkan lahan tidur, tetapi manfaatkan menjadi sumber mata pencaharian bagi masyarakat, " ujarnya.
Menurut Hairil Anwar, pembangunan ekonomi desa tidak harus selalu bergantung pada sektor tertentu. Pemanfaatan lahan pertanian dan perkebunan dapat menjadi solusi nyata dalam meningkatkan pendapatan masyarakat desa.
Ia menjelaskan bahwa masyarakat Desa Tabo Tabo saat ini telah menunjukkan semangat yang tinggi dalam mengelola lahan milik mereka. Berbagai jenis tanaman produktif telah ditanam dan mulai memberikan manfaat ekonomi bagi keluarga petani.
Beberapa komoditas yang dikembangkan masyarakat antara lain tanaman durian, pisang, sirsak, dan berbagai jenis tanaman buah lainnya yang memiliki prospek pasar yang cukup menjanjikan.
Hairil Anwar menilai keberhasilan masyarakat dalam membuka dan mengelola lahan tidak terlepas dari kesadaran bersama untuk menjadikan tanah yang sebelumnya kurang dimanfaatkan menjadi lebih produktif.
Sebagai contoh, lokasi tempat wawancara berlangsung di kawasan puncak Gunung Tabo Tabo dulunya hanya dipenuhi semak belukar dan tumbuhan liar yang tidak memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Namun melalui kerja keras dan kemauan yang kuat, kawasan tersebut kini telah berubah menjadi areal perkebunan yang hijau, produktif, dan memberikan manfaat nyata bagi pemilik lahan.
Perubahan tersebut, lanjutnya, menjadi bukti bahwa lahan yang selama ini dianggap tidak produktif sebenarnya dapat diolah menjadi sumber pendapatan apabila dikelola dengan baik dan berkelanjutan.
Ia berharap keberhasilan yang telah dicapai di kawasan puncak Gunung Tabo Tabo dapat menjadi inspirasi bagi warga lainnya untuk membuka dan mengembangkan lahan yang masih belum dimanfaatkan secara optimal.
Dengan semakin banyaknya lahan yang produktif, Pemerintah Desa Tabo Tabo optimistis perekonomian masyarakat akan terus tumbuh, sekaligus menjadikan desa sebagai kawasan yang mandiri, maju, dan mampu mengoptimalkan seluruh potensi lokal yang dimilikinya.( Herman Djide)

















































