BNN Bongkar Jaringan Narkotika Rusia di Bali, DPR: Indonesia Bukan Surga Bandar Narkoba Asing

5 hours ago 5

Jakarta – Upaya penyelundupan narkotika internasional kembali digagalkan aparat Indonesia. Badan Narkotika Nasional (BNN) berhasil membongkar jaringan narkotika yang diduga melibatkan warga negara Rusia setelah mengungkap penyelundupan 7, 8 kilogram hashish yang masuk ke Indonesia melalui jalur internasional.

Keberhasilan operasi ini mendapat apresiasi dari Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman. Ia menilai pengungkapan kasus tersebut menunjukkan kemampuan aparat Indonesia dalam menghadapi kejahatan narkotika lintas negara yang semakin terorganisir dan kompleks.

"Keberhasilan ini membuktikan aparat penegak hukum Indonesia memiliki kemampuan intelijen, koordinasi, dan profesionalisme yang sangat baik dalam menghadapi ancaman kejahatan narkotika internasional, " ujar Habiburokhman dalam keterangannya, Jumat (5/6/2026).

Operasi Terukur, Jaringan Dibongkar Hingga Akar

Menurut Habiburokhman, langkah BNN menggunakan metode Controlled Delivery (CD) menjadi bukti bahwa aparat tidak hanya fokus menyita barang bukti, tetapi juga memburu pihak-pihak yang berada di balik jaringan peredaran narkotika.

Dalam operasi tersebut, BNN disebut telah mendeteksi koper berisi hashish yang dikirim dari Thailand menuju Indonesia. Aparat kemudian melakukan pengawasan ketat hingga berhasil mengidentifikasi pihak yang diduga menjadi penerima dan bagian dari jaringan tersebut.

"Indonesia tidak boleh menjadi pasar maupun tempat operasi jaringan narkotika asing, " tegas politisi Partai Gerindra itu.

Ia juga meminta seluruh aparat memperketat pengawasan di berbagai pintu masuk negara, mulai dari bandara internasional, pelabuhan, hingga jalur distribusi lain yang rawan dimanfaatkan sindikat narkoba.

Dua WN Rusia Ditangkap Setelah Aksi Kejar-kejaran

Dalam pengembangan kasus, dua warga negara Rusia berinisial SK (39) dan KK (51) diamankan aparat di Bali. Penangkapan dilakukan dalam operasi gabungan BNN dan Bea Cukai Soekarno-Hatta.

Sumber penegak hukum menyebut penangkapan berlangsung pada Jumat pagi sekitar pukul 08.00–09.00 WITA. Sebelum berhasil diringkus, kedua terduga sempat berusaha melarikan diri sehingga terjadi aksi kejar-kejaran yang berlangsung dari kawasan Pelabuhan Gilimanuk hingga ke Desa Kayubihi, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli.

Aparat akhirnya berhasil mengamankan keduanya dan membawa mereka untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Hingga kini, penyidik masih mendalami kemungkinan keterlibatan jaringan yang lebih luas, termasuk pemasok dan pengendali operasi dari luar negeri.

DPR Minta Pengusutan Tak Berhenti pada Kurir

Habiburokhman menegaskan kejahatan narkotika merupakan extraordinary crime yang mengancam masa depan generasi bangsa. Karena itu, ia meminta penegak hukum tidak berhenti pada penangkapan pelaku lapangan semata.

Komisi III DPR RI, kata dia, mendukung penuh BNN untuk mengembangkan penyidikan hingga membongkar seluruh mata rantai jaringan, baik di dalam maupun luar negeri.

"Jangan berhenti pada pelaku saja. Pengendali, pemasok, hingga penerima narkotika di Indonesia harus diburu dan dimintai pertanggungjawaban hukum secara tegas. Semua pihak yang terlibat harus dihukum seberat-beratnya sesuai ketentuan yang berlaku, " ujarnya.

Alarm Serius Ancaman Sindikat Asing

Kasus ini menjadi peringatan bahwa Indonesia masih menjadi target sindikat narkotika internasional yang terus mencari celah untuk memasukkan barang haram ke dalam negeri. Keberhasilan BNN menggagalkan penyelundupan hashish 7, 8 kilogram dan menangkap dua warga Rusia menunjukkan bahwa perang melawan narkoba belum berakhir.

Di tengah meningkatnya aktivitas jaringan lintas negara, aparat kini dituntut tidak hanya memutus jalur distribusi, tetapi juga membongkar aktor utama yang mengendalikan bisnis gelap bernilai miliaran rupiah tersebut.

BNN berhasil menangkap pelaku. Namun pertanyaan besarnya kini: siapa dalang di balik jaringan narkotika Rusia yang beroperasi di Indonesia?

Read Entire Article
Karya | Politics | | |