Bupati Kediri Targetkan Penurunan Stunting, Perkuat Satgas Kesehatan

6 hours ago 4

KEDIRI - Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, atau yang akrab disapa Mas Dhito, telah memberikan arahan tegas kepada seluruh Kepala Puskesmas dan Camat di wilayahnya. Fokus utamanya adalah memastikan konsistensi dalam pelaksanaan program-program prioritas di sektor kesehatan yang menjadi pondasi pembangunan daerah.

Mas Dhito menekankan pentingnya program-program kesehatan ini tidak hanya berjalan sesuai rencana, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata dan positif bagi kehidupan masyarakat Kabupaten Kediri. Beliau menyadari bahwa masih ada pekerjaan rumah besar yang perlu diselesaikan, seperti memerangi angka stunting yang mengkhawatirkan, mengendalikan penyebaran demam berdarah dan TBC, serta memastikan keberhasilan program MBG yang merupakan prioritas nasional dari Presiden Prabowo Subianto.

Untuk mewujudkan efektivitas program-program tersebut, Mas Dhito menginstruksikan pembentukan satuan tugas (satgas) lintas sektor di setiap kecamatan. Satgas ini diharapkan tidak hanya berkutat pada isu stunting, tetapi juga mencakup penanganan penyakit lain seperti HIV dan demam berdarah.

"Saya minta untuk dibentuk satgas di tiap kecamatan, tidak hanya bicara (mengatasi persoalan ) stunting, tapi juga HIV, TBC dan demam berdarah, " terang Mas Dhito usai memberikan arahan di Ruang Joyoboyo Kantor Pemkab Kediri, Senin (3/8/2026)

Dengan terbentuknya satgas ini, setiap kecamatan diharapkan mampu menyajikan data yang akurat dan mutakhir terkait berbagai persoalan kesehatan. Khusus untuk stunting, Mas Dhito menuntut ketepatan perhitungan jumlah anak yang terdampak pada tahun berjalan.

"Stunting 2025 bulan Agustus di angka 8, 07, di Bulan Timbang Februari 2026 di angka 7, 54 artinya ada penurunan, saya minta Camat wajib tahu dan secara aktual untuk dihitung betul, " tandas bupati berkacamata tersebut.

Selain itu, Mas Dhito juga menyoroti pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin bagi para lansia. Beliau prihatin masih ada sebagian lansia yang belum terjangkau layanan kesehatan, seringkali terkendala masalah administrasi seperti belum memiliki KTP Kabupaten Kediri. Upaya pelacakan dan peningkatan intensitas pemeriksaan menjadi kunci dalam penanganan demam berdarah, TBC, dan HIV untuk menekan angka penularan.

Bupati yang kini menjabat periode kedua ini menegaskan, kolaborasi erat dan komunikasi intensif antara Camat dan Kepala Puskesmas adalah kunci. Pembaruan data secara berkala menjadi keharusan. "Camat sama Kepala Puskesmas komunikasinya harus harmonis, saling koreksi boleh karena ini urusan kesehatan, " pungkasnya.(adv/PKP)

Read Entire Article
Karya | Politics | | |