Babinsa Lemahwungkuk Monitoring Kunjungan Mahasiswa ITB dan Akademisi Internasional ke Sentra Budidaya Maggot Pengampon

8 hours ago 6

KOTA CIREBON – Babinsa Kelurahan Lemahwungkuk, Sertu Mu'ammar, melaksanakan monitoring kegiatan kunjungan rombongan mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) bersama akademisi dari berbagai negara, yakni Australia, China, dan New Zealand, dalam rangka kegiatan Global Studio 2026, yang berlangsung di Sentra Budidaya Maggot RW 03 Pengampon, Kelurahan Lemahwungkuk, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Rabu (8/7/2026).

Sebanyak 45 peserta mengikuti kegiatan survei lapangan dengan mengangkat tema "Measuring Informality and Climate Adaptation in the Urban South". Kunjungan tersebut bertujuan untuk mempelajari praktik pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat, khususnya budidaya maggot sebagai salah satu inovasi pengolahan sampah organik yang berkontribusi terhadap ketahanan lingkungan dan adaptasi perubahan iklim di kawasan perkotaan.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta memperoleh penjelasan mengenai proses budidaya maggot, pengelolaan sampah organik, hingga manfaat ekonomi dan lingkungan yang dihasilkan dari kegiatan tersebut. Diskusi interaktif juga berlangsung antara peserta dengan pengelola budidaya guna memperkaya wawasan mengenai penerapan konsep keberlanjutan di tingkat masyarakat.

Babinsa Kelurahan Lemahwungkuk Sertu Mu'ammar hadir untuk melaksanakan monitoring sekaligus memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar.

Sertu Mu'ammar mengatakan bahwa kehadiran peserta dari berbagai negara merupakan bentuk apresiasi terhadap inovasi masyarakat dalam mengelola lingkungan.

"Kami menyambut baik kunjungan mahasiswa ITB dan para akademisi internasional ke wilayah Pengampon. Semoga melalui kegiatan ini, inovasi budidaya maggot yang dikembangkan masyarakat dapat menjadi inspirasi dalam pengelolaan lingkungan sekaligus memperkenalkan potensi Kota Cirebon di tingkat internasional, " ujar Sertu Mu'ammar.

Dr. Ninik Suhartini pendamping dari ITB menyampaikan bahwa kegiatan Global Studio 2026 bertujuan memberikan pengalaman lapangan kepada mahasiswa dan akademisi internasional dalam mengkaji berbagai bentuk adaptasi masyarakat perkotaan terhadap tantangan lingkungan dan perubahan iklim.

"Sentra budidaya maggot di Kelurahan Lemahwungkuk menjadi salah satu contoh praktik baik pengelolaan sampah organik berbasis masyarakat yang memiliki nilai edukasi, lingkungan, dan ekonomi. Kami berharap hasil observasi ini dapat memperkaya kajian akademik sekaligus menjadi bahan pertukaran pengetahuan antarnegara dalam mewujudkan pembangunan perkotaan yang berkelanjutan, " ujar perwakilan ITB.

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif dengan antusiasme tinggi dari seluruh peserta maupun masyarakat setempat. (PERS)

Read Entire Article
Karya | Politics | | |