TANGERANG – Lambannya proses pengurusan Sertifikat Hak Milik (SHM) milik warga kembali jadi sorotan. Ketua Perkumpulan Wartawan Fast Respon Indonesia Center (FRIC) DPW Banten, Habibi, akan mengadukan dugaan kelalaian oknum Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) Rizki Dwi Yulieanto, SH. M.Kn ke Kantor Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kabupaten Tangerang.
Rencana pengaduan ini akan dilayangkan setelah FRIC DPW Banten menerima laporan dari masyarakat yang sudah membayar biaya pengurusan SHM, namun berkasnya tak kunjung selesai bahkan hingga setahun lebih.
"Ini dzholim. Masyarakat sudah bayar, berkas lengkap, tapi SHM-nya digantung. Kami minta BPN Kabupaten Tangerang segera memanggil dan menindak tegas oknum PPAT yang bermain-main dengan hak rakyat, " tegas Habibi di depan awak media. Sabtu (25/7).
Fakta Temuan FRIC DPW Banten:
1. Berkas Mandek: Ada warga yang mengurus sejak tahun sampai sekarang belum ada kejelasan.
2. Tidak Ada Transparansi: Saat dikonfirmasi, oknum PPAT beralasan "masih proses di BPN" tanpa bukti, bahkan sulit dihubungi
3. Kerugian Ganda: Warga rugi materi dan imateri serta tidak mendapat kepastian hukum atas tanahnya.
FRIC DPW Banten mendesak ATR/BPN untuk segera mengevaluasi, melakukan pembinaan dan tindakan tegas terhadap PPAT yang terindikasi menelantarkan berkas.
"PPAT itu pejabat publik yang diberi kewenangan negara. Kalau menyalahgunakan kewenangan dan merugikan masyarakat, harus ada sanksi. Jangan sampai 1 oknum merusak citra pertanahan, " lanjut Habibi.
Pihak FRIC DPW Banten menyatakan akan mengawal kasus ini sampai tuntas. Dalam waktu dekat, FRIC juga akan mencari informaai dan data korban lain untuk diajukan secara kolektif.
Jika ada warga yang merasa di rugikan oleh oknum PPAT silahkan lapor ke FRIC.
"Kami hadir sebagai kontrol sosial. Kalau negara hadir, rakyat tenang. Kalau ada yang mempersulit rakyat, kami lawan, " tegasnya.
"Kami sudah melakukan upaya persuasif dengan orang tua Rizki, meminta uang dan berkas di balikin namun cuma janji-janji doang, " pungkas Habibi. (Red)

















































