Tanah Datar, SUMBAR — Polres Tanah Datar menggandeng komunitas berburu dan olahraga menembak se-Sumatera Barat dalam kegiatan pengendalian hama tanaman di kawasan Talago Biru, Nagari Atar, Kecamatan Padang Ganting, Minggu (14/6/2026).
Kegiatan yang digelar untuk menyambut Hari Ulang Tahun Bhayangkara ke-80 tersebut diikuti sekitar 850 peserta. Mereka berasal dari Persatuan Menembak Indonesia, Talago Indah Hunting Club, serta sejumlah klub menembak dari berbagai daerah di Sumatera Barat.
Melalui kegiatan ini, Polres Tanah Datar berupaya membantu petani mengurangi gangguan hama yang merusak tanaman sekaligus mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat. Kolaborasi tersebut menjadi wujud nyata bahwa Polri hadir tidak hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga membantu mengatasi persoalan yang memengaruhi kehidupan dan perekonomian warga.
Kapolres Tanah Datar AKBP Dr. Nur Ichsan Dwi Septiyanto, S.H., S.I.K., M.I.K., melalui Iptu Wilson, S.H., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung dan berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
“Terima kasih atas kehadiran seluruh peserta dan tamu undangan di kawasan Talago Biru. Semoga persaudaraan, kebersamaan, serta kerja sama antara komunitas dan masyarakat terus terjaga dengan baik, ” ujarnya.
Menurutnya, semangat HUT Bhayangkara ke-80 harus diwujudkan melalui kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Kehadiran kepolisian di tengah petani merupakan bagian dari pengabdian Polri untuk mendukung keamanan, kesejahteraan, dan keberlangsungan usaha masyarakat.
Ketua Harian Perbakin, Yusri Yance, mengapresiasi kolaborasi yang diinisiasi Polres Tanah Datar. Ia menilai kegiatan tersebut memberikan manfaat ganda, yakni membantu melindungi tanaman masyarakat dari serangan hama sekaligus memperkuat solidaritas antaranggota komunitas olahraga menembak di Sumatera Barat.
Dalam kegiatan tersebut, sekitar 1.500 ekor tupai yang menjadi hama tanaman berhasil dikendalikan. Anggota DPRD Tanah Datar Fraksi Golkar, Donal Martin, mengatakan hasil tersebut dapat mengurangi potensi kerugian petani, terutama pada tanaman kelapa dan komoditas pertanian lainnya.
“Apabila satu ekor tupai merusak satu butir kelapa setiap hari, maka sekitar 1.500 butir kelapa dapat diselamatkan. Dengan harga sekitar Rp3.000 per butir, potensi kerugian yang dapat ditekan cukup besar, ” kata Donal.
Kehadiran ratusan peserta juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat sekitar. Pedagang dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di kawasan Talago Biru turut merasakan peningkatan aktivitas ekonomi selama kegiatan berlangsung.
Polres Tanah Datar berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan di nagari lain yang menghadapi gangguan hama tanaman. Dengan semangat HUT Bhayangkara ke-80, Polri berkomitmen untuk terus hadir, mendengar, dan memberikan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
(Berry)

















































