PANGKEP — Kepala SDN 18 Tumampua II, Kecamatan Pangkajene, Kabupaten Pangkajene Kepulauan, Provinsi Sulawesi Selatan, Herwan Syam S.Pd., M.Pd., terus mendorong berbagai langkah strategis untuk meningkatkan mutu pendidikan di sekolah yang dipimpinnya.
Saat ditemui di ruang kerjanya, Sabtu (22/8/2026), Herwan mengungkapkan bahwa peningkatan mutu pendidikan tidak cukup hanya diukur dari nilai akademik siswa. Menurutnya, kualitas guru, pembentukan karakter, lingkungan sekolah serta keterlibatan orang tua juga menjadi bagian penting dalam menciptakan pendidikan yang berkualitas.
Herwan Syam menegaskan, salah satu langkah utama adalah memperkuat kualitas tenaga pendidik. Evaluasi proses pembelajaran perlu dilakukan secara berkala, disertai dorongan kepada para guru untuk mengikuti pelatihan serta berbagi pengalaman dan praktik pembelajaran yang baik.
Selain itu, sekolah akan mendorong terbentuknya budaya kerja sama antarguru. Melalui kelompok kerja guru, berbagai persoalan yang dihadapi dalam proses pembelajaran dapat dibahas bersama sehingga ditemukan solusi yang sesuai dengan kebutuhan siswa.
Menurut Herwan, kemampuan dasar seperti membaca, menulis, berhitung dan memahami informasi harus menjadi perhatian utama. Pemetaan kemampuan siswa sejak awal pembelajaran penting dilakukan agar siswa yang mengalami kesulitan dapat memperoleh pendampingan secara khusus tanpa merasa dikucilkan.
Ia juga mendorong pembelajaran yang memanfaatkan potensi lokal. Lingkungan sekitar sekolah dapat menjadi sumber belajar yang menarik, termasuk pengenalan terhadap pertanian, perikanan, lingkungan, budaya serta berbagai potensi ekonomi yang ada di Kabupaten Pangkep.
Pembelajaran berbasis proyek juga dinilai dapat membuat siswa lebih aktif dan kreatif. Melalui kegiatan sederhana yang menghasilkan karya nyata, siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung yang dapat membentuk keterampilan dan rasa percaya diri.
Di bidang karakter, SDN 18 Tumampua II akan terus membangun budaya sekolah yang disiplin, bersih dan ramah anak. Kebiasaan 5S, yaitu senyum, salam, sapa, sopan dan santun, diharapkan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari seluruh warga sekolah.
Herwan juga menilai penghargaan kepada siswa tidak harus selalu diberikan berdasarkan prestasi akademik. Siswa yang menunjukkan kedisiplinan, kepedulian, keberanian, kreativitas dan sikap positif juga perlu mendapatkan apresiasi agar setiap anak merasa memiliki kesempatan untuk berkembang.
Keterlibatan orang tua menjadi bagian penting lainnya. Komunikasi antara wali kelas dan orang tua perlu dibangun secara rutin, sementara komite sekolah diharapkan dapat ikut mendukung berbagai program peningkatan mutu pendidikan.
Di era digital, pemanfaatan teknologi juga akan diarahkan secara positif. Guru dapat menggunakan media digital untuk membuat pembelajaran lebih menarik, sedangkan siswa diarahkan memanfaatkan teknologi sebagai sarana belajar dan mengembangkan kreativitas, bukan sekadar untuk hiburan.
Sekolah juga diarahkan menjadi lingkungan yang produktif melalui pengembangan kebun sekolah atau kebun gizi. Melalui kegiatan tersebut, siswa dapat belajar menanam, merawat, memanen, menghitung hasil produksi sekaligus mengenal dasar-dasar kewirausahaan dan kepedulian terhadap lingkungan.
Untuk memastikan seluruh program berjalan efektif, evaluasi mutu akan dilakukan secara berkala. Indikatornya antara lain peningkatan kemampuan literasi dan numerasi, kehadiran siswa dan guru, kedisiplinan, prestasi siswa, kebersihan lingkungan serta semakin kuatnya keterlibatan orang tua dalam pendidikan.
Herwan berharap SDN 18 Tumampua II dapat berkembang menjadi sekolah yang tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga membentuk generasi yang berkarakter, kreatif, mandiri dan mampu melihat potensi di sekitarnya. “SD 18 Tumampua: Sekolah Literasi, Karakter dan Potensi Lokal” diharapkan menjadi semangat bersama untuk menjadikan sekolah sebagai ruang tumbuh bagi setiap anak dan pusat perubahan positif bagi masyarakat.( Herman Djide)








































