MERAUKE - Untuk memastikan setiap denyut kehidupan di perbatasan tetap sehat dan bersemangat, Satgas Pamtas Statis RI–PNG Yonif 143/TWEJ kembali menunjukkan kepedulian mendalam. Melalui Pos Kalimaro, prajurit TNI tak kenal lelah menggelar pelayanan kesehatan keliling, menyapa langsung dari pintu ke pintu warga di Kampung Bupul, Distrik Eligobel, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, pada Kamis, (26/3/2026).
Inisiatif “jemput bola” ini bukan sekadar program, melainkan sebuah jawaban atas realitas sulitnya akses kesehatan yang masih dihadapi saudara-saudara kita di sana. Dengan mendatangi langsung rumah warga, pelayanan kesehatan kini terasa lebih dekat, terutama bagi para lansia yang mungkin kesulitan bergerak, serta mereka yang memiliki keterbatasan mobilitas.
Senyum hangat dan ketulusan terpancar dari wajah Komandan Pos Kalimaro, Kapten Inf Michael Erlangga, yang tak ragu turun langsung ke lapangan. Ia menyempatkan diri melakukan pemeriksaan kesehatan, mulai dari cek tekanan darah hingga pemberian obat-obatan yang sesuai dengan keluhan setiap warga. Pelayanan yang diberikan dengan penuh rasa kemanusiaan ini, membuat masyarakat merasa nyaman dan benar-benar terbantu.
"Pelayanan kesehatan keliling ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap masyarakat di wilayah perbatasan. Kami ingin memastikan setiap warga tetap mendapatkan layanan kesehatan yang layak, meskipun berada di daerah terpencil, " ujar Kapten Michael.
Lebih dari sekadar sentuhan medis, para personel Satgas juga aktif menjalin silaturahmi melalui komunikasi sosial (komsos) dan pembinaan teritorial (binter). Ini adalah upaya tulus untuk membangun kedekatan yang erat sekaligus menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga kesehatan di tengah dinamika kehidupan perbatasan.
Kehadiran para prajurit TNI disambut dengan hati yang gembira oleh warga Kampung Bupul. Mereka merasakan langsung manfaat dari pelayanan yang diberikan.
"Kami sangat bersyukur, karena bapak-bapak TNI datang langsung ke rumah untuk memeriksa kesehatan kami. Ini sangat membantu, apalagi kami jauh dari fasilitas kesehatan, " ungkap Bilgis Samuel (43) salah satu warga dengan penuh rasa terima kasih.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa kehadiran TNI di wilayah perbatasan lebih dari sekadar menjaga keamanan. Ini adalah tentang membangun jembatan hati, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, dan memperkuat ikatan kemanunggalan yang tak terpisahkan antara TNI dengan rakyat. (PERS)






































