Ribuan Santri dan Warga Kediri Bersalawat Sambut Tahun Baru Islam

3 hours ago 3

Suasana haru dan penuh harap mewarnai halaman Balai Kota Kediri pada Senin sore, 15 Juni 2026. Sekitar 17.000 santri dan warga dari penjuru Kota Kediri tumpah ruah, menyatu dalam lantunan istighotsah dan doa bersama. Momen sakral ini menjadi penanda penyambutan Tahun Baru Islam, 1 Muharam 1448 Hijriah, sebuah permulaan yang diharapkan membawa keberkahan.

Dengan tema yang menggugah, “Bermunajat untuk Menyongsong Masa Depan yang Gemilang, Mari Kita Satukan Tekad dan Doa Demi Keselamatan, Keberkahan, dan Kemajuan Kota Kediri yang Semakin MAPAN”, acara ini menjelma menjadi ajang refleksi mendalam dan penguatan spiritual bagi seluruh elemen masyarakat. Kehadiran tokoh-tokoh penting seperti Ketua MUI Pusat KH. Anwar Iskandar, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati, Wakil Wali Kota Qowimuddin Thoha, Pengasuh Ponpes Lirboyo KH. Kafabihi Mahrus, Ketua PCNU Kota Kediri KH. Abu Bakar Abduljalil (Gus Ab), serta Kapolres Kediri Kota AKBP Dr. Anggi Saputra Ibrahim, S.H., S.I.K., M.H., semakin mengukuhkan arti penting acara ini.

KH. Abu Bakar Abduljalil atau Gus Ab, dalam sambutannya, tak lupa menyampaikan apresiasi khusus atas kehadiran Kapolres Kediri Kota. Beliau menekankan bahwa kegiatan doa akhir dan awal tahun Hijriah ini adalah cerminan nyata kebersamaan yang solid di Kota Kediri.

Di sela kegiatan, Kapolres Kediri Kota AKBP Dr. Anggi Saputra Ibrahim, S.H., S.I.K., M.H. menyampaikan bahwa momentum pergantian Tahun Baru Islam hendaknya menjadi sarana introspeksi diri sekaligus memperkuat kebersamaan dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan kerukunan di tengah masyarakat.

"Momentum 1 Muharam ini bukan hanya pergantian tahun dalam kalender Hijriah, tetapi juga menjadi waktu yang tepat untuk melakukan muhasabah, memperbaiki diri, mempererat persaudaraan, serta memperkuat semangat kebersamaan dalam membangun Kota Kediri yang aman, damai, dan penuh keberkahan, " ujar AKBP Anggi.

Kapolres menambahkan, Polres Kediri Kota akan terus bersinergi dengan ulama, tokoh agama, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga kondusivitas wilayah serta mendukung berbagai kegiatan keagamaan yang membawa manfaat bagi masyarakat.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh ulama, santri, tokoh masyarakat, dan warga Kota Kediri yang selama ini telah bersama-sama menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif. Semoga melalui doa bersama ini, Kota Kediri senantiasa diberikan keselamatan, kemajuan, serta dijauhkan dari segala bentuk bencana dan perpecahan, " ungkapnya.

Menurut Kapolres, kehadiran ribuan santri dan masyarakat dalam kegiatan istighotsah tersebut menjadi bukti kuat bahwa semangat persatuan, gotong royong, dan nilai-nilai religius masih tumbuh subur di tengah masyarakat Kota Kediri.

"Semoga Tahun Baru Islam 1448 Hijriah menjadi momentum hijrah menuju kehidupan yang lebih baik, baik secara pribadi, sosial, maupun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, " pungkasnya.

Kegiatan berlangsung aman, tertib, dan penuh kekhidmatan. Sinergi antara pemerintah daerah, TNI-Polri, para ulama, tokoh agama, serta masyarakat menjadi cerminan kuatnya persatuan dan semangat kebersamaan di Kota Kediri dalam menyongsong Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.

Kehadiran Kapolres Kediri Kota bersama Forkopimda dan para ulama dalam kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan komitmen Polri untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga mendukung kegiatan keagamaan yang memperkuat nilai-nilai persatuan, kerukunan, dan kedamaian di Kota Kediri.

Read Entire Article
Karya | Politics | | |