Prof. Mia Amiati: Meneladani Filosofi ‘Union Lotus’ untuk Menghadapi Ujian Kehidupan

9 hours ago 9

Jakarta – Di balik kelezatan sebuah hidangan, kerap kali tersimpan makna mendalam yang bisa menjadi pelajaran hidup. Melalui unggahan vlog terbaru di kanal YouTube pribadinya, Prof. Dr. Mia Amiati, SH., MH., CMA., CSSL., membagikan sebuah refleksi menarik mengenai filosofi kehidupan yang diadopsi dari hidangan kuliner unik bernama Union Lotus, bawang bombai yang digoreng krispi hingga mekar menyerupai bunga lotus.

Dalam unggahan tersebut, Mia Amiati membedah bagaimana proses pembuatan hingga bentuk dari Union Lotus merefleksikan cara manusia dalam menghadapi ujian, tekanan, serta proses pengembangan diri.

Terdapat empat poin filosofi utama dari hidangan Union Lotus yang dibagikan.

Pertama, bawang bombai mentah kerap membuat mata menangis saat dikupas maupun diiris. Namun, ketika diuji dan dimasukkan ke dalam minyak panas, bawang tersebut justru mekar menjadi bentuk bunga lotus yang indah. 

Menurut Mia, hal ini mengajarkan manusia agar tidak takut menghadapi tekanan hidup. "Ketika kita diuji dengan segala tekanan, potensi kita menjadi terbuka. Kita berpikir positif dan mengatasi musibah dengan cara yang baik, sehingga bisa keluar dari masalah menjadi sekuntum lotus yang indah, " ujarnya.

Kedua, lapisan demi lapisan pada bawang bombai tidak dapat dipisahkan satu sama lain, melainkan membentuk satu kesatuan yang utuh. Filosofi ini mengingatkan bahwa setiap dimensi dan fase dalam kehidupan tidak boleh diabaikan, karena segala proses tersebutlah yang membentuk nilai diri manusia agar bisa menjadi sosok yang berarti bagi orang lain.

Ketiga, untuk menghasilkan Union Lotus yang renyah dan indah, bawang harus dibalur terlebih dahulu dengan adonan tepung. Hal ini melambangkan perlunya transformasi mindset. Manusia membutuhkan skill (kemampuan), kekuatan iman, serta lingkungan pertemanan yang baik agar hidupnya dapat memiliki daya tahan dan memberikan dampak positif.

Keempat, bentuknya yang mekar sempurna melambangkan bahwa manusia harus selalu menyediakan ruang yang lapang di dalam hatinya. Ruang tersebut diperlukan untuk bisa memaafkan orang lain, menebar cinta kasih, menerima rezeki dengan ikhlas, serta menjauhkan diri dari sifat dengki [02:08].

Melalui filosofi kuliner ini, Mia Amiati menyampaikan pesan penutup yang kuat bagi audiensnya agar tetap tegar dalam berproses. "Jangan takut 'digoreng' hidup. Dari yang awalnya (bawang) bikin orang menangis, kamu bisa bertransformasi menjadi sesuatu yang membuat orang tertawa bahagia dengan penampilan yang luar biasa, " pungkasnya.

Video lengkap mengenai pembahasan filosofi kuliner ini dapat disaksikan langsung melalui kanal YouTube MIA AMIATI Filosofi Union Lotus.@Red.

Read Entire Article
Karya | Politics | | |