Tanggamus, Lampung - Suasana politik di tubuh Partai Golkar Tanggamus memanas seiring berakhirnya masa bakti kepengurusan DPD II. Di persimpangan jalan antara penunjukan Pelaksana Tugas (Plt) dan penyelenggaraan Musyawarah Daerah (Musda), suara akar rumput terdengar lantang. Para Pimpinan Kecamatan (PK) se-Kabupaten Tanggamus secara bulat menolak opsi Plt dan menegaskan Musda sebagai harga mati.
Penolakan terhadap wacana Plt bukanlah tanpa dasar. Bagi para kader di tingkat paling bawah, penunjukan pemimpin sementara dinilai tidak hanya melanggar mekanisme demokrasi internal partai, tetapi juga mengabaikan peran vital kader yang bekerja langsung di lapangan. "Kepemimpinan sementara rentan menimbulkan polemik dan memecah belah. Golkar Tanggamus butuh pemimpin definitif yang sah mandatnya dari kader, bukan ditunjuk sepihak dari atas, " tegas pernyataan bersama jajaran PK.
Para Pimpinan Kecamatan berpandangan bahwa Musda adalah satu-satunya forum yang sah untuk melahirkan kepemimpinan yang kuat dan berkeadilan. Melalui Musda, arah kebijakan partai dapat dirumuskan bersama, serta legitimasi pemimpin terjamin hingga ke tingkat paling bawah. Sebaliknya, jalur Plt dianggap berisiko besar mengerdilkan peran akar rumput yang selama ini menjadi garda terdepan dalam memenangkan pertarungan politik.

Empat poin tuntutan telah disampaikan secara resmi oleh para kader, meliputi penolakan tegas terhadap Plt, desakan percepatan jadwal Musda, penjagaan soliditas partai melalui kepemimpinan definitif, dan jaminan aspirasi kader akan didengar. Emiayati, Ketua PK Alhidayah yang juga mewakili suara akar rumput, mengingatkan bahwa tantangan politik ke depan sangat berat. Golkar Tanggamus membutuhkan pemimpin yang mampu merangkul, menyatukan, dan membesarkan partai kembali.
"Pemimpin hasil Musda lahir dari rahim keluarga besar Golkar. Dia punya tanggung jawab moral dan politik untuk mengembalikan kejayaan partai. Jalur lain selain Musda hanya akan memperpanjang masalah, " tegas Emiayati.
Kini, beban keputusan berada di tangan DPD I Partai Golkar Provinsi Lampung. Sikap yang akan diambil akan menentukan masa depan Golkar Tanggamus: apakah partai akan segera terkonsolidasi melalui jalan demokrasi yang diinginkan akar rumput, atau justru terjebak dalam perselisihan berkepanjangan akibat penolakan terhadap opsi Plt.(Red)















































