Polisi Di Agam Mediasi Bentrok antar Pemuda Subang Subang dengan Pemuda Katiagan Pasaman Barat

2 weeks ago 12

 Sumbar-. Konflik yang sempat memicu ketegangan antara pemuda Jorong Subang-Subang, Nagari Tiku V Jorong, Kecamatan Tanjung Mutiara dengan pemuda Jorong Katiagan, Kecamatan Kinali itu akirnya bisa diselesaikan melalui musyawarah berkat mediasi yang difasilitasi oleh Polsek Tanjung Mutiara Jajaran Polres Agam bersama tokoh masyarakat.

Proses mediasi berlangsung di Masjid Nur Sahada, Jorong Katiagan, Rabu (3/6/2026),  yang dipimpin oleh Kapolsek Tanjung Mutiara bersama beberapa orang tokoh masyarakat setempat.

Kapolsek Tanjung Mutiara, IPTU Robi Andrisno, mengatakan pendekatan restorative justice dan musyawarah dipilih guna mencegah konflik meluas dan mengganggu situasi keamanan di wilayah perbatasan dua kabupaten tersebut.

“Alhamdulillah kedua belah pihak sepakat berdamai, saling memaafkan, dan berkomitmen tidak mengulangi peristiwa yang sama di kemudian hari, ” kata Robi Andrisno, Kamis (4/6/2026).

Dalam mediasi itu, kedua kelompok pemuda menyepakati beberapa poin penting. Salah satunya, pihak pemuda Jorong Katiagan bersedia mengganti kerusakan pagar rumah warga di Jorong Subang-Subang sebesar Rp2 juta.

Selain itu, kedua belah pihak juga sepakat untuk tidak kembali memicu perselisihan. Apabila di kemudian hari ada pihak yang melanggar hasil kesepakatan, maka bersedia diproses sesuai hukum yang berlaku.

Mediasi turut dihadiri Kapolsek Kinali AKP Feri Yuzaldi, Wali Nagari Katiagan Endang Putra, tokoh masyarakat Jona Konis Dt Panghulu Rajo, kepala jorong, ketua pemuda, serta perwakilan kedua kelompok yang sebelumnya terlibat perselisihan.

Robi menilai keberhasilan penyelesaian konflik tersebut tidak lepas dari keterlibatan tokoh adat, tokoh masyarakat, dan para pemuda yang mengedepankan dialog dibanding aksi balasan.

“Kami mengapresiasi semua pihak yang memilih jalan musyawarah. Ini membuktikan setiap persoalan dapat diselesaikan tanpa kekerasan jika semua pihak mau duduk bersama, ” ujarnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat, khususnya kalangan pemuda, agar tidak mudah terprovokasi oleh persoalan sepele maupun informasi yang dapat memicu bentrokan antarkelompok.

“Pemuda harus menjadi pelopor persatuan, bukan justru menjadi pemicu perpecahan di tengah masyarakat, ” tegasnya.

Kegiatan mediasi berakhir sekitar pukul 20.10 WIB dalam suasana kondusif dan penuh kekeluargaan. Polisi memastikan situasi pascaperdamaian di wilayah Agam dan Pasaman Barat tetap aman dan terkendali.

(Berry)

Read Entire Article
Karya | Politics | | |