Peringati Tahun Baru Islam 1448 H, Pegawai dan WBP Lapas Gladakan Khusyuk Ikuti Doa Bersama

1 day ago 2

Nusakambangan, INFO_PAS - Dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah, Keluarga Besar Pegawai dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Gladakan menggelar kegiatan Doa Bersama dan Ceramah Agama yang berlangsung khidmat di Masjid Al-Muhtadin Lapas Kelas IIA Gladakan, Kamis (18/6). Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat keimanan, meningkatkan ketakwaan, serta menumbuhkan semangat hijrah menuju pribadi yang lebih baik.

Acara diawali dengan sambutan dari Kepala Seksi Pembinaan Narapidana/Anak Didik (Kasi Binadik) yang menyampaikan pentingnya menjadikan pergantian tahun baru Islam sebagai sarana introspeksi diri dan memperbaiki kualitas ibadah maupun perilaku sehari-hari. Ia juga mengajak seluruh pegawai dan WBP untuk terus menanamkan nilai-nilai religius sebagai landasan dalam menjalankan tugas maupun menjalani proses pembinaan di lingkungan pemasyarakatan.

“Momentum 1 Muharram hendaknya menjadi pengingat bagi kita semua untuk berhijrah menjadi insan yang lebih baik, memperkuat keimanan, serta menjaga semangat kebersamaan dan persaudaraan di lingkungan Lapas, ” ungkapnya dalam sambutan.

Selanjutnya, tausiyah agama disampaikan oleh Ustadz Baitul Muhtadin dari Kabupaten Cilacap. Dalam ceramahnya, beliau mengajak seluruh jamaah untuk memaknai hijrah bukan hanya sebagai perpindahan tempat, tetapi juga sebagai perubahan sikap, akhlak, dan pola pikir menuju kehidupan yang lebih baik serta senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT. Pesan-pesan yang disampaikan mendapat perhatian penuh dari para peserta dan menjadi motivasi bagi WBP untuk menjalani proses pembinaan dengan penuh optimisme.

Kegiatan kemudian ditutup dengan pelaksanaan salat Dzuhur berjamaah yang diikuti oleh seluruh pegawai dan WBP yang hadir. Suasana kebersamaan dan kekhusyukan yang tercipta mencerminkan komitmen Lapas Kelas IIA Gladakan dalam menghadirkan pembinaan keagamaan yang berkelanjutan sebagai bagian dari upaya membentuk karakter warga binaan yang lebih religius, disiplin, dan siap kembali berkontribusi positif di tengah masyarakat.

Read Entire Article
Karya | Politics | | |