Di Balik Video Viral, KDKMP Selotapak Miliki Potensi Besar Dukung Wisata dan UMKM

2 hours ago 3

Mojokerto - Keberadaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Desa Selotapak, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, yang sempat menjadi perbincangan di media sosial karena dinilai berada di tengah area persawahan, dipastikan telah melalui proses perencanaan dan pengambilan keputusan yang sesuai mekanisme serta mempertimbangkan potensi pengembangan wilayah desa.

Kepala Desa Selotapak, Agus Sugiono, saat dikonfirmasi di Lokasi KDKMP Selotapak, Sabtu (20/06/2026), menjelaskan, penetapan lokasi KDKMP bukan dilakukan secara sepihak, melainkan melalui proses diskusi dan Musyawarah Desa (Musdes) bersama masyarakat. Lokasi yang dipilih dinilai paling tepat karena berada di kawasan yang memiliki prospek besar untuk pengembangan ekonomi desa di masa mendatang.

“Pendirian Koperasi Merah Putih ini sudah melalui musyawarah bersama masyarakat. Lokasi ini dipilih karena memiliki potensi yang sangat baik untuk mendukung pengembangan desa. Di belakang lokasi koperasi terdapat lahan sekitar dua hektar yang direncanakan menjadi kawasan wisata desa, ” ujar Agus Sugiono.

Ia menambahkan, lokasi KDKMP juga berada relatif dekat dengan permukiman warga, yakni sekitar 200 meter dari kawasan hunian masyarakat. Selain itu, kawasan tersebut telah berkembang sebagai salah satu tujuan wisata yang ramai dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah.

Di sekitar lokasi koperasi terdapat sejumlah destinasi dan usaha wisata yang telah dikenal masyarakat, di antaranya wisata Sumber Towo, Grand Valley, Garden Heart Cafe, Rustic Cafe, Port Sawah, hingga spot wisata Sunrise. Kehadiran berbagai destinasi tersebut menjadi indikator bahwa kawasan tersebut memiliki aktivitas ekonomi yang terus tumbuh dan berpotensi menjadi pusat pemberdayaan masyarakat.

Menurut Agus, ke depan KDKMP tidak hanya berfungsi sebagai tempat berbelanja kebutuhan masyarakat, tetapi juga akan menjadi pusat pengembangan ketahanan pangan, edukasi pertanian, promosi produk UMKM, serta pemasaran hasil pertanian lokal seperti padi dan ubi jalar. Dengan demikian, koperasi diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat sekaligus mendukung pengembangan sektor pariwisata desa.

Dari aspek legalitas, pembangunan KDKMP Selotapak memanfaatkan aset Pemerintah Desa berupa Tanah Kas Desa (TKD) yang penggunaannya telah disepakati melalui mekanisme Musyawarah Desa. Hal tersebut memastikan keberadaan koperasi memiliki dasar hukum dan administratif yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, Dandim 0815/Mojokerto, Letkol Inf Abi Swanjoyo, S.Hub.Int., menegaskan bahwa keberadaan KDKMP Selotapak telah melalui tahapan dan prosedur yang benar, sehingga masyarakat tidak perlu terpengaruh oleh informasi yang tidak utuh di media sosial.

“Perlu dipahami bahwa penentuan lokasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih tidak dilakukan secara sembarangan. KDKMP Desa Selotapak dibangun di atas lahan desa yang sah dan telah melalui mekanisme musyawarah bersama masyarakat. Dari hasil peninjauan di lapangan, lokasi tersebut memiliki nilai strategis karena berada di kawasan yang sedang dan akan terus berkembang sebagai destinasi wisata serta sentra kegiatan ekonomi masyarakat, ” tegas Dandim.

Lebih lanjut, Dandim menyampaikan bahwa keberadaan KDKMP harus dilihat dari perspektif jangka panjang sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.

“Jangan hanya melihat kondisi saat ini atau mengambil kesimpulan dari potongan video yang beredar. Yang harus dilihat adalah rencana pengembangan wilayah ke depan. Koperasi ini diproyeksikan menjadi pusat aktivitas ekonomi, pemasaran produk lokal, penguatan UMKM, hingga mendukung program ketahanan pangan desa. Dengan legalitas yang jelas dan potensi kawasan yang sangat menjanjikan, KDKMP Selotapak sudah sesuai aturan dan memiliki prospek yang baik untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, ” pungkasnya.

Dengan berbagai potensi yang dimiliki serta dukungan pemerintah desa dan seluruh pemangku kepentingan, KDKMP Selotapak diharapkan dapat berkembang menjadi pusat ekonomi kerakyatan yang mampu menggerakkan sektor perdagangan, pariwisata, dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan di wilayah Kecamatan Trawas.

Read Entire Article
Karya | Politics | | |