KEDIRI - Kota Kediri bergemuruh dengan semangat kompetisi saat Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyyah (Porsadin) III resmi dibuka. Aula Utama Ponpes HM Al Mahrusiyah Lirboyo 3 Ngampel, Mojoroto, menjadi saksi bisu dimulainya ajang yang dihelat oleh Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kota Kediri ini. Wakil Wali Kota Kediri, KH Qowimuddin, secara resmi membuka acara pada Sabtu (20/6/2026) malam, menandai dimulainya perjuangan para siswa-siswi Madrasah Diniyah dan TPQ se-Kota Kediri.
Acara yang diselenggarakan dengan meriah ini tidak hanya menjadi ajang adu bakat, tetapi juga sarana penting dalam pembentukan karakter generasi muda. KH Qowimuddin, dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif FKDT Kota Kediri dan Pondok Pesantren Al Mahrusiyah Lirboyo 3 sebagai tuan rumah. Beliau menekankan pentingnya kompetisi ini dalam mengembangkan bakat santri, sejalan dengan tema besar Porsadin tahun ini.
"Besok pagi para santri mengikuti perlombaan di bidang olahraga dan seni religi di mana santri menunjukkan akhlak dan prestasi yang sejalan dengan tema bersama madrasah diniyah membangun karakter bangsa, " ucap KH Qowimuddin, Sabtu (20/6/2026) malam.
Beliau juga memberikan pesan bijak kepada para peserta. "Pesan saya kepada santri dalam pertandingan harus bersungguh-sungguh. Kalau menang jangan pernah sombong, tapi harus menjadi motivasi untuk bisa berprestasi. Dan yang belum menang jangan patah semangat, tapi justru menjadi pelecut untuk bisa berprestasi, " ujar KH Qowimuddin.
Lebih lanjut, KH Qowimuddin berharap ajang ini dapat melahirkan santri yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki budi pekerti luhur. Bagi mereka yang belum berhasil meraih juara, diharapkan dapat menjadi pribadi yang terus mau belajar, rendah hati ketika berhasil, dan tetap istiqomah. Para juara Porsadin tingkat Kota Kediri nantinya akan mewakili daerahnya ke tingkat Provinsi Jawa Timur di Lumajang, dan berpeluang melaju ke tingkat Nasional di Semarang.
"Semoga kegiatan ini bisa berjalan dengan lancar, membawa keberkahan, dan menjadikan langkah yang membanggakan bagi Kota Kediri, " pungkas KH Qowimuddin.

Perwakilan dari Ponpes Wali Barokah Kediri, H. Agung Riyanto, S.Si., M.M., turut menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas dibukanya Porsadin III. Beliau menyatakan bahwa ajang ini, yang berlangsung dari 20 hingga 21 Juni 2026, mengusung tema 'Berkhidmah Bersama Madrasah Diniyah Membangun Karakter Bangsa'.
"Semoga melalui event ini, mudah-mudahan dapat menghasilkan para generasi yang alim faqih dan memiliki karakter luhur, mandiri, dan sehat berprestasi, " harap H. Agung Riyanto.
Agung Riyanto menambahkan, Porsadin menjadi wadah penting untuk membina karakter anak bangsa, dengan harapan lahirnya tokoh-tokoh nasional dan pemimpin masa depan dari kalangan santri. Ia juga mengapresiasi FKDT Kota Kediri yang telah menyediakan platform bagi Madrasah Diniyah untuk mengasah keterampilan dan keberanian para santrinya.
Lebih dari sekadar kompetisi, Porsadin juga bertujuan untuk mempererat tali persaudaraan antar Madrasah Diniyah di Kota Kediri. Ponpes Wali Barokah sendiri mengirimkan santrinya untuk berkompetisi dalam lima cabang lomba, termasuk MTQ, Murotal, dan Lomba Lari. "Untuk target yang penting anak-anak sudah dipersiapkan dengan target meraih juara. Tapi yang terpenting memupuk tali persaudaraan dan kebersamaan antar Madin di Kota Kediri, " ujar H. Agung Riyanto.
Ketua DPC FKDT Kota Kediri, KH Melvien Zainul Asyiqien, melalui Sekretaris FKDT, Fakhrur Rozi, mengonfirmasi bahwa Porsadin III resmi dibuka oleh KH Qowimuddin dan diikuti oleh sekitar 300 peserta.
"Besok bertanding di 13 cabang lomba, ada 3 olahraga yaitu bulutangkis, tenis meja, dan lari sprint. Ada 10 seni religi, meliputi MTQ, Takhfidz, Pidato Bahasa Arab, Murotal, dan lainnya, " jelas Fakhrur Rozi.
Faktur Rozi juga merinci bahwa seluruh pertandingan akan dilaksanakan di Ponpes Al Mahrusiyah, kecuali lomba lari yang akan digelar di lapangan Gayam. Para juara pertama tingkat kota akan dipertandingkan kembali di Lumajang pada 27 September 2026, dilanjutkan ke Porsadin Nasional di Semarang pada November 2026.
Peserta Porsadin III didominasi oleh santri berusia 7 hingga 13 tahun. "Kami harap dengan ajang ini berjalan sukses dan lancar, sekaligus bisa menggugah dan membangkitkan semangat anak-anak untuk mengembangkan bakat mereka, " ujar Fakhrur Rozi.
Acara pembukaan ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Asisten I Pemkot Kediri Samsul Bachri, Kakankemenag Kota Kediri Zamroni, Ketua DPD LDII Kota Kediri H. Agung Riyanto, S.Si., M.M., Pengasuh Ponpes HM Al-Mahrusiyah Lirboyo Kediri Dr. KH. Reza Ahmad Zahid, Lc., M.A., Ketua PCNU Kota Kediri Abu Bakar Abdul Jalil (Gus Ab), Ketua KONI Kota Kediri Eko Agus Koko, serta perwakilan dari Polres Kediri Kota, Kodim 0809 Kediri, dan Kejaksaan Negeri Kota Kediri. Turut hadir pula Kepala Madrasah Diniyah se-Kota Kediri dan para peserta Porsadin 3 Kota Kediri.

















































