MOROWALI, Sulawesi Tengah– Pemerintah Kabupaten Morowali menggelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 dengan penuh khidmat di halaman Kantor Bupati Morowali, Selasa (2/6/2026). Momentum nasional tersebut menjadi pengingat penting bagi seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan, memperkuat nilai religiusitas, serta mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan yang dilaksanakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Daerah Kabupaten Morowali itu dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), TNI-Polri, ASN, pelajar, hingga berbagai unsur masyarakat.
Bertindak sebagai Inspektur Upacara yakni Dandim 1311/Morowali Letkol Inf. Abraham S. Panjaitan. Sementara Wakil Bupati Morowali Iriane Iliyas turut hadir bersama para pejabat daerah dan tamu undangan lainnya.
Dengan mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, upacara berlangsung tertib dan penuh nuansa nasionalisme. Seluruh peserta tampak mengikuti rangkaian kegiatan dengan semangat kebangsaan yang tinggi, mulai dari pengibaran bendera Merah Putih hingga pembacaan teks Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
Dalam amanatnya, Inspektur Upacara menegaskan bahwa Pancasila bukan sekadar dasar negara ataupun simbol formalitas semata, tetapi menjadi pedoman hidup bangsa Indonesia dalam menjaga persatuan di tengah keberagaman suku, agama, budaya, dan bahasa.
“Pancasila adalah rumah besar bagi seluruh rakyat Indonesia. Di dalamnya ada semangat gotong royong, toleransi, persaudaraan, dan keadilan sosial yang harus terus dijaga bersama, ” ujarnya.
Ia mengatakan, tantangan bangsa saat ini semakin kompleks, mulai dari perkembangan teknologi, arus informasi yang begitu cepat, hingga potensi perpecahan akibat penyebaran hoaks dan ujaran kebencian. Karena itu, seluruh masyarakat diminta untuk tetap menjadikan Pancasila sebagai fondasi utama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Menurutnya, semangat persatuan harus terus diperkuat, terlebih di tengah keberagaman yang dimiliki Indonesia. Nilai religiusitas juga dinilai menjadi bagian penting dalam membangun karakter bangsa yang beradab dan saling menghormati.
“Keberagaman bukan alasan untuk terpecah, tetapi kekuatan yang harus dirawat bersama. Nilai religiusitas harus menjadi pondasi moral dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis, ” katanya.
Selain itu, generasi muda juga diajak untuk tidak melupakan sejarah perjuangan bangsa dan terus menjaga ideologi Pancasila dari berbagai ancaman yang dapat merusak persatuan nasional.
“Jangan biarkan Pancasila hanya menjadi hafalan di sekolah atau tulisan di dinding kantor. Jadikan nilai-nilai Pancasila hidup dalam tindakan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, sekolah, tempat kerja, maupun di ruang digital, ” tegasnya.
Suasana upacara semakin terasa penuh makna ketika seluruh peserta secara bersama-sama mengheningkan cipta untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan bangsa Indonesia. Momentum tersebut menjadi pengingat bahwa kemerdekaan dan persatuan bangsa diraih melalui perjuangan panjang dan pengorbanan besar.

Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini juga menjadi refleksi bagi Pemerintah Kabupaten Morowali untuk terus memperkuat pembangunan daerah yang berlandaskan semangat kebangsaan, toleransi, dan kesejahteraan masyarakat.
Pemkab Morowali berharap semangat Pancasila tidak hanya diperingati setiap tahun, tetapi benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari demi menciptakan daerah yang aman, damai, religius, dan harmonis.

















































