JAKARTA - Suasana khidmat menyelimuti Gedung Pancagatra Lantai 1, Lemhannas RI, Gambir, Jakarta Pusat, pada Kamis (4/6/2026), saat upacara penutupan pendidikan intensif selama 3, 5 bulan yang telah membentuk para calon pemimpin bangsa.
Gubernur Lemhannas RI, Dr. H. TB Ace Hasan Syadzily secara resmi menutup rangkaian pendidikan tersebut. Dalam pidatonya, ia menekankan harapan besar agar para peserta, yang merupakan bibit unggul kepemimpinan nasional, mampu menjiwai nilai-nilai negarawan, memupuk semangat patriotik yang membara, serta mengasah kemampuan berpikir strategis, komprehensif, dan holistik.
Menurut Dr. Ace, seorang pemimpin nasional masa kini harus memiliki kepekaan tajam terhadap dinamika geopolitik dan geoekonomi global yang senantiasa memengaruhi arah bangsa Indonesia.
“Harapannya, ketika kembali ke instansi masing-masing, para alumni memiliki bekal yang cukup untuk mengambil kebijakan. Mereka juga diharapkan punya cara pandang yang lebih visioner untuk bangsa ini, ” ujar Dr. Ace, menyiratkan pentingnya visi jangka panjang dalam setiap keputusan.
Selama masa pendidikan yang penuh tantangan ini, para peserta tidak hanya dibekali materi kepemimpinan nasional dan wawasan kebangsaan yang mendalam, tetapi juga diajak untuk melakukan kajian strategis guna menghadapi kompleksitas dinamika global. Penguatan nilai-nilai empat konsensus kebangsaan—Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika—menjadi pondasi utama dalam pembentukan karakter mereka.
Lebih lanjut, peserta yang berasal dari beragam latar belakang ini juga mendapatkan penguatan esensial dalam bidang ketahanan nasional, kewaspadaan dini, serta analisis strategis di berbagai tingkatan, mulai dari global, regional, hingga nasional. Ini adalah upaya komprehensif untuk mempersiapkan mereka menghadapi berbagai ancaman dan tantangan.
Momen berharga dalam upacara penutupan ini juga diwarnai dengan pemberian dua penghargaan bergengsi kepada peserta yang menunjukkan prestasi luar biasa. Brigjen Pol Ade Ary Syam Indradi dianugerahi penghargaan di bidang akademik, sementara Laksma TNI Ignatius Bayu mendapatkan apresiasi untuk penulisan Kertas Kerja Perorangan (KKP) terbaik.
Di akhir sambutannya, Dr. Ace menegaskan kembali komitmen Lemhannas terhadap pembentukan integritas sebagai nilai fundamental dalam pendidikan P3N. Para peserta juga dibekali pemahaman mendalam mengenai antikorupsi dan seni komunikasi publik, agar kelak mampu mengemban amanah sebagai pemimpin nasional yang tidak hanya berintegritas tetapi juga senantiasa merangkul dan dekat dengan masyarakat. (PERS)

















































