MOROWALI, Sulawesi Tengah– Pengumuman kelulusan siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang dilaksanakan secara serentak pada Selasa (2/6/2026) menjadi momen penuh haru dan kenangan di SDN 15 Bungku, Desa Lanona, Kecamatan Bungku Tengah, Kabupaten Morowali.
Sebanyak 17 siswa kelas VI SDN 15 Bungku resmi dinyatakan lulus setelah pihak sekolah membacakan Surat Keputusan (SK) kelulusan dalam prosesi sederhana namun sarat makna. Kegiatan pelepasan juga ditandai dengan pelepasan atribut sekolah sebagai simbol berakhirnya masa pendidikan siswa di sekolah dasar tersebut.

Dalam kegiatan itu, seluruh siswa kelas I hingga kelas V turut dikumpulkan bersama siswa kelas VI untuk menyaksikan prosesi pelepasan kakak-kakak kelas mereka. Suasana penuh haru mulai terasa ketika para siswa saling bersalaman dan memberikan doa perpisahan.
Kepala SDN 15 Bungku, Murthalib S.Pd., mengatakan pihak sekolah sengaja melaksanakan kegiatan secara sederhana tanpa adanya perayaan berlebihan.
“Kelulusan ini cukup dilakukan dengan pembacaan SK kelulusan dan pelepasan atribut sekolah. Tidak perlu ada kreasi berlebihan dari wali murid kelas VI. Yang paling penting adalah makna dari kelulusan itu sendiri dan bagaimana anak-anak bisa mengenang sekolahnya dengan baik, ” ujar Murthalib.
Ia menambahkan, pelepasan atribut sekolah menjadi tanda bahwa siswa kelas VI telah menyelesaikan seluruh proses pembelajaran selama enam tahun di SDN 15 Bungku.
“Pelepasan atribut ini menjadi simbol bahwa siswa kelas VI telah selesai menempuh pendidikan di sekolah ini. Kami berharap mereka bisa terus melanjutkan pendidikan dan meraih cita-cita mereka, ” tambahnya.
Suasana kegiatan semakin emosional ketika pihak sekolah memberikan prank atau candaan kepada lima siswa dengan menyampaikan seolah-olah mereka tidak lulus. Kelima siswa tersebut yakni Surung Sabonefer Simanjuntak, Miftahul, Muh. Ramadhan, Reza, dan Dafa Alvaro.
Mendengar pengumuman tersebut, kelima siswa tampak sedih bahkan sempat menangis karena mengira mereka gagal menyelesaikan pendidikan di SDN 15 Bungku. Suasana haru pun menyelimuti lokasi kegiatan, terlebih saat beberapa siswa lain ikut terbawa emosi melihat teman-teman mereka menangis.
Namun tidak lama kemudian, para guru mengumumkan bahwa seluruh siswa kelas VI dinyatakan lulus 100 persen. Tangisan sedih pun berubah menjadi tawa dan senyum bahagia dari para siswa, guru, serta orang tua yang hadir.

Salah satu siswa, Surung Sabonefer Simanjuntak, mengaku sempat merasa sedih dan takut ketika mendengar dirinya disebut tidak lulus.
“Saya sempat kaget dan sedih sekali sampai menangis karena pikir benar-benar tidak lulus. Tapi setelah diumumkan ternyata hanya prank dan semua lulus, saya merasa sangat senang dan lega, ” ungkap Surung.
Ia juga mengaku akan selalu mengingat momen pelepasan tersebut karena menjadi pengalaman yang tidak terlupakan bersama teman-teman dan guru di SDN 15 Bungku.
Wali Kelas VI SDN 15 Bungku, Rusdin S.Pd., M.Pd., mengatakan prank tersebut dilakukan semata-mata untuk menciptakan kenangan yang tidak mudah dilupakan oleh para siswa.
“Anak-anak sempat menangis karena mengira tidak lulus. Tapi itu hanya candaan dari guru-guru dan akhirnya semua tersenyum bahagia karena seluruh siswa dinyatakan lulus. Kami ingin momen ini menjadi kenangan indah bagi mereka, ” tutur Rusdin.
Ia juga mengaku bangga terhadap perjuangan para siswa selama enam tahun menempuh pendidikan di SDN 15 Bungku.
“Kami berharap mereka tetap rajin belajar, menghormati orang tua dan guru, serta terus mengejar cita-cita mereka di jenjang pendidikan berikutnya, ” ujarnya.

Di akhir kegiatan, siswa kelas I hingga kelas V memberikan salam dan doa kepada kakak-kakak kelas VI yang akan melanjutkan pendidikan ke tingkat lebih tinggi. Suasana haru kembali terlihat ketika para siswa saling bersalaman dan berpelukan sebagai tanda kebersamaan dan perpisahan setelah menempuh perjalanan panjang di bangku sekolah dasar.
Kegiatan salam-salaman tersebut juga dihadiri seluruh dewan guru SDN 15 Bungku yang turut memberikan doa, motivasi, serta ucapan selamat kepada para siswa kelas VI yang resmi menamatkan pendidikan di SDN 15 Bungku.

















































