Melalui Pengajian, Warga Binaan Rutan Balikpapan Diajak Memperbaiki Diri. Pembinaan Kepribadian di Rutan Jadi Bekal Menata Masa Depan

1 day ago 11

BALIKPAPAN — Bagaimana pembinaan kepribadian dapat membentuk kedisiplinan, tanggung jawab, dan pengendalian diri warga binaan selama menjalani masa pembinaan? Upaya tersebut terus dilakukan oleh Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Balikpapan melalui kegiatan pembinaan kepribadian yang dilaksanakan pada Senin (22/06/2026) sebagai bagian dari program pembinaan berkelanjutan bagi warga binaan.

Kegiatan pembinaan dilaksanakan secara terpisah di area hunian pria dan wanita. Di Blok Hunian Wanita, warga binaan mengikuti kajian keagamaan yang membahas pentingnya membangun karakter positif, menjaga kedisiplinan dalam kehidupan sehari-hari, serta menumbuhkan semangat untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Materi disampaikan secara interaktif sehingga peserta dapat memahami dan merefleksikan nilai-nilai yang disampaikan dalam kehidupan mereka.

Sementara itu, warga binaan pria mengikuti pengajian rutin di Masjid As Syuhada Rutan Balikpapan yang dipimpin oleh Pengelola Pembinaan Kepribadian, Samidi. Dalam kegiatan tersebut dibahas pentingnya menjaga akhlak, mengendalikan emosi, memperkuat hubungan dengan sesama, serta menanamkan rasa tanggung jawab sebagai bekal menghadapi kehidupan setelah selesai menjalani masa pembinaan.

Kepala Rutan Kelas IIA Balikpapan, Agus Salim, menyampaikan bahwa pembinaan kepribadian merupakan salah satu instrumen penting dalam proses pemasyarakatan yang bertujuan membentuk karakter warga binaan menjadi lebih baik.

"Pembinaan kepribadian tidak hanya memberikan pemahaman keagamaan, tetapi juga membentuk sikap disiplin, tanggung jawab, dan kesadaran diri. Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi sarana bagi warga binaan untuk terus memperbaiki diri dan mempersiapkan masa depan yang lebih positif, " ujar Agus Salim.

Melalui pelaksanaan pembinaan kepribadian yang rutin dan berkesinambungan, Rutan Balikpapan terus berkomitmen menghadirkan program pembinaan yang humanis, edukatif, dan berdampak, sehingga warga binaan memiliki bekal moral, spiritual, dan mental yang kuat saat kembali ke tengah masyarakat.

Read Entire Article
Karya | Politics | | |