BARRU - Belakangan ini sebagian masyarakat Kabupaten Barru mengeluhkan sulitnya mendapatkan gas LPG 3 kilogram.
Menanggapi keresahan tersebut, Polres Barru bergerak cepat menggandeng Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Tenaga Kerja Kabupaten Barru untuk melakukan monitoring mendadak ke sejumlah pangkalan di Kecamatan Tanete Rilau, Senin (15/6/2026).
Kegiatan monitoring yang dipimpin langsung oleh Kanit Tipidter Satreskrim Polres Barru, Iptu Syarifuddin, S.Psi., menyasar beberapa pangkalan utama.
Hasilnya mengejutkan, alur distribusi dari agen ke pangkalan sejatinya berjalan tanpa kendala.
"Seluruh pangkalan yang dipantau masih menerima pasokan secara rutin sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan, " ujar Iptu Syarifuddin di sela-sela pemantauan.
Menjawab simpang siur informasi di tengah masyarakat, Kasat Reskrim Polres Barru, Iptu A. Fadhly Yusif, S.H., M.H., menegaskan bahwa isu kelangkaan ini bukan disebabkan oleh tersendatnya pasokan dari agen.
Ada dua faktor utama yang memicu tingginya permintaan pasar saat ini:
- Aksi Panic Buying: Kekhawatiran berlebih dari masyarakat yang memicu pembelian di luar batas kewajaran.
- Musim Hajatan: Meningkatnya aktivitas sosial seperti acara pernikahan di wilayah Kabupaten Barru yang otomatis mendongkrak konsumsi gas melon.
“Berdasarkan hasil pemantauan, suplai LPG 3 kilogram dari agen ke pangkalan dalam kondisi normal. Adapun peningkatan permintaan di masyarakat diduga dipengaruhi oleh aksi pembelian berlebih atau panic buying karena kekhawatiran masyarakat, serta banyaknya kegiatan hajatan warga beberapa waktu terakhir, ” jelas Iptu A. Fadhly Yusuf.
Melalui monitoring gabungan ini, pihak kepolisian dan pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan membeli gas LPG 3 kg sesuai dengan kebutuhan agar distribusi di tingkat konsumen tetap merata.

















































