Lapas Suliki Gandeng Puskesmas Suliki Gelar Tes Kebugaran Pegawai

2 weeks ago 5

Suliki – Dalam upaya meningkatkan kesehatan dan kebugaran pegawai, Lapas Kelas III Suliki bekerja sama dengan Puskesmas Suliki menggelar kegiatan Tes Kebugaran bagi pegawai pada Sabtu (06/06). Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Lapas Kelas III Suliki tersebut diikuti oleh pejabat struktural dan seluruh pegawai sebagai bagian dari upaya pemantauan kondisi kesehatan secara berkala.

Kegiatan diawali dengan pemeriksaan tekanan darah (tensi) bagi seluruh peserta yang dilakukan oleh Tim Puskesmas Suliki. Pemeriksaan ini bertujuan untuk memastikan kondisi kesehatan peserta berada dalam keadaan aman sebelum mengikuti rangkaian tes kebugaran. Setelah pemeriksaan kesehatan selesai, peserta mengikuti sesi pemanasan bersama guna mempersiapkan kondisi fisik dan mengurangi risiko cedera saat pelaksanaan tes.

Selanjutnya, para peserta mengikuti tes lari dengan jarak tempuh 1, 6 kilometer. Selama pelaksanaan lari, waktu tempuh masing-masing peserta diukur menggunakan stopwatch yang mulai dijalankan sejak peserta memulai lari. Tim Puskesmas Suliki kemudian mencatat hasil waktu tempuh setiap peserta setelah menyelesaikan lintasan yang telah ditentukan.

Hasil tes lari tersebut menjadi dasar dalam menilai tingkat kebugaran jantung dan paru peserta. Penilaian dilakukan berdasarkan kategori yang meliputi kurang sekali, kurang, cukup, baik, dan baik sekali. Melalui metode ini, peserta dapat mengetahui tingkat kebugaran fisiknya sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan pola hidup sehat dan aktivitas olahraga secara berkelanjutan.

Kepala Lapas Kelas III Suliki, Waskito Budi Darmo, menyampaikan bahwa kegiatan tes kebugaran merupakan salah satu bentuk komitmen Lapas Suliki dalam menjaga kesehatan pegawai agar tetap prima dalam menjalankan tugas dan fungsi pemasyarakatan. “Kesehatan dan kebugaran pegawai merupakan faktor penting dalam mendukung pelaksanaan tugas sehari-hari. Melalui kegiatan ini, kami dapat mengetahui kondisi kebugaran masing-masing pegawai sehingga menjadi dasar untuk terus menerapkan pola hidup sehat dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, ” ujar Waskito.

Sementara itu, perwakilan Tim Puskesmas Suliki, Shafira Fauziah, menjelaskan bahwa tes kebugaran dengan metode lari 1, 6 kilometer merupakan salah satu cara sederhana untuk mengukur kemampuan jantung dan paru dalam mendukung aktivitas fisik. “Hasil yang diperoleh nantinya dapat menjadi gambaran tingkat kebugaran peserta. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat dilakukan secara rutin sehingga kesehatan pegawai dapat terpantau dengan baik dan mendorong terciptanya budaya hidup sehat di lingkungan kerja, ” ungkap Shafira. Kegiatan berlangsung dengan lancar dan penuh antusiasme dari seluruh peserta hingga rangkaian tes kebugaran selesai dilaksanakan.

Read Entire Article
Karya | Politics | | |