Kunjungan Monev Kanwil Jateng ke Bapas Purwokerto: Apresiasi Peningkatan Layanan Publik Hingga Penguatan Integritas Menuju WBBM

2 weeks ago 5

PURWOKERTO – Dalam upaya memastikan kualitas pelayanan dan kedisiplinan pegawai tetap berada pada standar terbaik, Bapas Kelas II Purwokerto menerima kunjungan Monitoring dan Evaluasi (Monev) dari Kepala Bidang Pembimbingan Kemasyarakatan (Kabid PK) Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Tengah, Muhamad Susanni. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (5/6) ini dimulai pukul 10.30 WIB dan dipusatkan di Ruang Kamandaka Bapas Purwokerto.

Kedatangan rombongan dari Kanwil Jateng tersebut disambut hangat oleh Kepala Bapas Kelas II Purwokerto, Nasirudin, beserta jajaran struktural. Kunjungan ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan langkah strategis untuk meninjau langsung progres pelayanan publik sekaligus memberikan penguatan kepada para pegawai yang sedang melaksanakan tugas di kantor (Work From Office/WFO).

Dalam arahannya di hadapan para pegawai, Muhamad Susanni secara khusus memberikan apresiasi tinggi terhadap transformasi wajah pelayanan di Bapas Purwokerto. Ia menyoroti perkembangan positif pada area counter layanan publik yang dinilai telah mampu memberikan kenyamanan dan pelayanan yang jauh lebih prima kepada masyarakat maupun klien pemasyarakatan.

"Kami sangat mengapresiasi perkembangan positif yang ditunjukkan oleh Bapas Purwokerto, khususnya penataan counter layanan publik yang semakin responsif dan berorientasi pada kepuasan masyarakat. Ini adalah langkah nyata dan modal yang sangat berharga bagi Bapas Purwokerto dalam memantapkan langkah menuju predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), " ungkap Muhamad Susanni dalam sambutannya.

Meski memberikan pujian, Kabid PK Kanwil Jateng tersebut juga membawa sejumlah catatan penting berupa himbauan dan peringatan tegas terkait isu-isu aktual yang sedang menjadi sorotan di lingkungan pemasyarakatan wilayah Jawa Tengah. Salah satu poin utama yang ditekankan adalah ancaman penyalahgunaan Teknologi Informasi (IT).

Beliau mengingatkan bahwa kemajuan digital membawa celah kerawanan, terutama bagi aparatur sipil negara (ASN) dari generasi muda. Oleh karena itu, Kabid PK menginstruksikan Kepala Bapas untuk senantiasa melakukan pengawasan dan kontrol ketat terhadap seluruh bawahannya agar tidak terjerumus dalam aktivitas penyalahgunaan IT yang melanggar hukum.

Selain itu, evaluasi ketelitian administrasi turut menjadi sorotan. Muhamad Susanni secara tegas mengingatkan jajaran Bapas Purwokerto untuk belajar dari kelalaian administratif yang terjadi di instansi lain. "Saya minta seluruh pegawai lebih teliti. Jangan sampai ada yang melakukan kesalahan fatal seperti yang terjadi di salah satu UPT, di mana terdapat ketidaksesuaian antara QR Code dengan isi surat pada SK Integrasi. Validitas dokumen adalah marwah institusi kita, " tegasnya.

Menyinggung masalah kedisiplinan dasar, Kabid PK juga menyoroti Surat Edaran dari Kanwil Ditjenpas Jawa Tengah perihal Pakaian Dinas Pegawai. Ia meminta agar instruksi tersebut segera dieksekusi secara nyata di lapangan. Atribut kelengkapan pakaian dinas, termasuk penggunaan sepatu yang sesuai aturan, harus tertib tanpa pengecualian.

Menanggapi berbagai arahan dan instruksi tersebut, Kepala Bapas Kelas II Purwokerto, Nasirudin, menyatakan kesiapan dan komitmen penuh institusinya untuk segera menindaklanjuti seluruh catatan Monev.

"Kami berterima kasih atas kunjungan, apresiasi, serta arahan dari Bapak Kabid PK Kanwil Jateng. Arahan ini menjadi pemacu semangat kami untuk terus menjaga integritas. Terkait instruksi kedisiplinan pakaian dinas, kami akan langsung mengambil tindakan cepat dengan mengecek langsung kelengkapan atribut seluruh pegawai pada saat apel pagi. Kami pastikan Bapas Purwokerto tetap solid, bersih, dan fokus mewujudkan pelayanan berstandar WBBM, " ujar Nasirudin.

Kegiatan Monev ini diakhiri dengan peninjauan singkat ke beberapa area pelayanan. Kunjungan ini diharapkan mampu semakin memperkuat sinergitas antara Kanwil DitjenPAS Jawa Tengah dan Bapas Purwokerto dalam menghadirkan sistem pemasyarakatan yang transparan, akuntabel, dan bebas dari pelanggaran.(Humas Bapas Purwokerto)

Read Entire Article
Karya | Politics | | |