KPH Ngawi Gelar Sosialisasi Rencana Tanaman 2026

10 hours ago 6

Blora — Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Ngawi melalui Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Banyuasin menggelar kegiatan "Sosialisasi Pesanggem Rencana Tanaman Tahun 2026" pada Selasa (25/08/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Petak 111A, Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Glagah ini bertujuan untuk memperkuat sinergi serta menyamakan persepsi antara Perhutani dan para petani penggarap lahan (pesanggem) dalam menyukseskan agenda penanaman di wilayah tersebut.

Kegiatan sosialisasi dipimpin langsung oleh Asisten Perhutani (Asper) BKPH Banyuasin, Dwi Anto, dan dihadiri oleh jajaran personel BKPH Banyuasin serta puluhan pesanggem yang berasal dari tiga dusun di sekitar kawasan hutan, yaitu Dusun Sengon, Dusun Bendo, dan Dusun Ngledok, Desa Banglean, Kecamatan Jati Doplang, Kabupaten Blora.

Sosialisasi ini berfokus pada pengolahan dan tata kelola tanaman pada empat lokasi target penanaman tahun 2026, yakni Petak 110E-1, Petak 129A, Petak 100B, dan Petak 104F.

Dalam pengarahannya, Asper BKPH Banyuasin, Dwi Anto, menyampaikan pesan dari Administratur KPH Ngawi, Muklisin. Pengelola menekankan pentingnya disiplin dan komitmen seluruh pihak dalam menjaga keberhasilan tata kelola hutan.

"Pastikan Key Performance Indicator (KPI) kuantitas serta kualitas tanaman tercapai, " tegas Dwi Anto mengutip arahan Administratur KPH Ngawi.

Sejalan dengan hal tersebut, arahan terpisah dari Wakil Administratur KPH Ngawi Barat, Dony Supriyanto, turut ditegaskan kepada jajaran lapangan dan mitra pesanggem. Ia menekankan tiga pilar utama yang saling berkaitan dalam pengelolaan kawasan hutan.

"Sukses tanaman, sukses produksi, dan sukses keamanan, " pesan Dony Supriyanto sebagai prinsip dasar yang harus dijaga bersama oleh petugas dan masyarakat.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, Perhutani KPH Ngawi berharap seluruh tahapan persiapan hingga realisasi penanaman tahun 2026 dapat berjalan optimal dengan keterlibatan aktif masyarakat desa hutan, sehingga kelestarian hutan dan keberlanjutan fungsi ekonomi kawasan dapat terwujud secara maksimal.@Red.

Read Entire Article
Karya | Politics | | |