Kabupaten Tangerang – Ketua Yayasan PKBM Bakti Pertiwi, Marinan, terus melakukan pembenahan dan inovasi dalam sistem pembelajaran guna meningkatkan kualitas pendidikan bagi warga belajar. Salah satu langkah nyata yang kini diterapkan adalah mengubah pola pembelajaran yang sebelumnya lebih banyak berfokus pada teori di dalam kelas menjadi pembelajaran berbasis keterampilan digital."Minggu(26/7/2026
Program ini diterapkan kepada seluruh warga belajar Program Kesetaraan Paket A, B, dan C serata SD setara SMP dan Setara SMA, sebagai bekal menghadapi perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja yang semakin mengutamakan kemampuan digital.
Marinan menjelaskan bahwa pendidikan nonformal tidak hanya bertujuan memberikan ijazah kesetaraan, tetapi juga harus mampu mencetak lulusan yang memiliki keterampilan dan siap bersaing dengan lulusan sekolah formal.
"Kami ingin warga belajar di PKBM Bakti Pertiwi tidak hanya memperoleh ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki kemampuan digital yang menjadi kebutuhan di era modern. Dengan begitu, mereka akan lebih siap memasuki dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, " ujar Marinan.
Melalui program pembelajaran digital ini, warga belajar akan dibekali berbagai keterampilan, seperti pengoperasian komputer, pengolahan dokumen, penggunaan aplikasi perkantoran, hingga pemanfaatan teknologi informasi dalam kehidupan sehari-hari.
Penerapan sistem ini diharapkan mampu memberikan berbagai manfaat, di antaranya menyetarakan kemampuan digital siswa PKBM dengan lulusan sekolah formal, memenuhi persyaratan dasar pada berbagai lowongan pekerjaan administratif, serta mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap jasa rental komputer dalam menyelesaikan tugas maupun kebutuhan administrasi lainnya.
Inovasi tersebut menjadi bukti komitmen PKBM Bakti Pertiwi dalam meningkatkan mutu pendidikan nonformal agar semakin relevan dengan perkembangan zaman.
Dengan menggabungkan pembelajaran teori dan praktik digital, PKBM Bakti Pertiwi optimistis mampu melahirkan lulusan yang lebih kompeten, mandiri, serta memiliki daya saing tinggi di dunia kerja maupun dunia usaha.
Langkah ini sekaligus mempertegas bahwa pendidikan kesetaraan bukan lagi sekadar alternatif, melainkan menjadi sarana strategis dalam mencetak sumber daya manusia yang berkualitas, terampil, dan siap menghadapi tantangan era digital.(spyn)

















































