BANYUMAS – Suasana haru dan doa menyelimuti kediaman almarhumah Wasirah binti Muhadi di Desa Pasir Kidul, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas, Selasa (02/06/2026). Di rumah yang kini dipenuhi kenangan, jajaran Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Banyumas hadir menyampaikan belasungkawa sekaligus menguatkan hati keluarga yang ditinggalkan.
Kunjungan dipimpin langsung oleh Kepala Kemenhaj Kabupaten Banyumas, Dr. H. Afifuddin Idrus, S.Ag., M.Pd.I., didampingi Kasubag TU, para kepala seksi, staf Kemenhaj Banyumas, serta Ketua KBIHU Al Arofat bersama jajaran pengurus. Kehadiran mereka menjadi simbol kepedulian dan ikatan persaudaraan yang terjalin erat dalam perjalanan ibadah menuju Baitullah.

Rombongan disambut hangat oleh keluarga besar almarhumah. H. Saad yang mewakili keluarga, didampingi sanak saudara, kerabat, dan para tetangga sekitar rumah duka, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang diberikan.

"Kami atas nama keluarga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas rawuh, doa, perhatian, dan kepedulian dari keluarga besar Kemenhaj Banyumas maupun KBIHU Al Arofat. Kehadiran panjenengan semua menjadi penguat bagi keluarga di tengah duka yang kami rasakan, " ungkap H. Saad.
Dengan suara yang tertahan haru, H. Saad menegaskan bahwa keluarga telah menerima ketetapan Allah SWT dengan penuh keikhlasan. Ia mengutip ungkapan hikmah yang sarat makna, "Al-insanu bit-tafkir wallahu bit-tadbir, " manusia boleh merencanakan, namun Allah SWT-lah yang menentukan segala keputusan terbaik.
"Banyak keluarga yang berharap beliau kembali ke tanah air dalam keadaan sehat. Namun Allah memiliki kehendak yang lebih mulia. Kami ikhlas menerima bahwa Wasirah dipanggil pulang di tempat yang paling dirindukan umat Islam, saat sedang menunaikan ibadah haji, " tuturnya.
Sebelumnya, kabar wafatnya Wasirah (75), jamaah haji Kloter SOC 76 asal Banyumas, diterima dari Ketua Kloter SOC 76, Hj. Inung Siti Nur Hidayati, melalui sambungan telepon dari Makkah pada Ahad (31/05/2026).
Dr. H. Afifuddin Idrus menjelaskan bahwa sebelum memasuki puncak ibadah haji, kondisi almarhumah dalam keadaan baik. Namun saat berada di Arafah dalam rangka persiapan Armuzna, kesehatan beliau menurun akibat mengalami diare dan muntah-muntah sehingga harus mendapatkan perawatan intensif di Klinik Arafah.
Setelah kondisi kesehatannya berangsur membaik, almarhumah kembali bergabung bersama rombongan untuk melanjutkan rangkaian ibadah mabit di Muzdalifah dan Mina. Akan tetapi, Allah SWT berkehendak lain. Di tengah perjuangan menyempurnakan rukun Islam kelima, almarhumah mengembuskan napas terakhir di Mina pada 28 Mei 2026 setelah mendapatkan perawatan medis lanjutan.
Kepergian Wasirah meninggalkan duka mendalam, namun juga menghadirkan keteladanan tentang kesabaran, keteguhan iman, dan kerinduan seorang hamba kepada Rabb-nya. Bagi keluarga, beliau tidak sekadar berpulang, tetapi pulang dalam perjalanan suci menuju ridha Ilahi.
Silaturahmi takziah tersebut ditutup dengan doa bersama yang dipimpin jajaran Kemenhaj Banyumas. Di antara lantunan doa yang khusyuk, seluruh hadirin memohon agar almarhumah memperoleh ampunan, rahmat, serta tempat terbaik di sisi Allah SWT.
"Semoga almarhumah husnul khatimah, diampuni segala khilafnya, diterima seluruh amal ibadahnya, dan dianugerahi haji yang mabrur. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, kesabaran, dan keberkahan, " doa yang mengalun mengakhiri pertemuan penuh haru tersebut.
(Djarmanto-YF2DOI)

















































